Tutorial Memanah

Memanah olahraga tradisional yang akan terus ada hingga akhir zaman.

Tampilkan postingan dengan label Kisah Kang Roy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Kang Roy. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 19, 2017

Turnamen Nasional Seni Memanah Tradisional Horsebow. Spirit of Heroes I

Kang Roy. Photo by Kang Jeka



Sejarah berulang... :)
Entah darimana saya harus memulai...
Ide mengadakan lomba memanah bergema di grup wa Panah Asmara, sebuah grup kecil yang mewadahi para pemula pelajar pemanah tradisional horsebow di bilangan kota Yogyakarta. Keinginan untuk mengadakan mini turnamen juga sudah sejak lama dimunculkan, tapi sepertinya... kami belum berani untuk unjuk diri merencana dan mengeksekusi ide ini.

Gayung bersambut ketika keinginan untuk mengadakan lomba memanah ini saya lontarkan di KPBI Cabang Joglo, hingga akhirnya ide ini di dengan oleh para pengurus KPBI pusat dan ternyata responnya sangat positif.

Mengingat... KPBI Cabang Joglo merupakan salah satu cabang awal ketika KPBI berdiri, terlebih lagi... perkembangan pengguna horsebow di kota Yogyakarta juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dan yang lebih menjadi pertimbangan adalah... Kota Yogyakarta adalah kota budaya, kota wisata sekaligus kota pendidikan dan dianggap sangat klop dengan garis besar visi misi KPBI.

Singkat kata... panitia pun terbentuk dan hanya memiliki waktu 1 bulan lebih sedikit untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan lomba, mulai dari perijinan, lapangan, target dan bantalan, ID card segala uborampe untuk keperluan lomba.

Awalnya kami sebagai panitia memiliki 2 opsi waktu lomba, bertepatan dengan 28 Oktober sebagai hari sumpah pemuda, atau 10 November hari pahlawan. Dan akhirnya panitia memutuskan untuk menggelar lomba untuk memperingati Hari Pahlawan, sehingga lomba seni memanah kali ini digelar dengan semboyan "SPIRIT OF HEROES' untuk mengingatkan kita akan jasa pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan Indonesia.

Uniknya... lomba kali ini.. panitia benar2 tidak memiliki dana, sepeserpun tak ada, nekad? bukan! Yakin, iya! Pamflet pun dibikin, disebar ke seluruh penjuru dunia. Dunia maya maksudnya :D Tanpa ada kejelasan hadiah yang akan dibagikan kepada para juara. Bismillah.

Target awal 150 peserta.

Tapi... di hari pertama penyebaran pamflet... masya Allah... HP Contact Person yang kita cantumkan di pamflet langsung full penuh dengan pendaftaran dari peserta, hampir tiap menit HP berbunyi, pertanda ada pesan yang masuk, ya, dari calon peserta lomba. mbludak! 

Tak disangka! Panitia hampir-hampir kewalahan menghadapi puluhan chating dari peserta dari seluruh Indonesia. Masya Allah...

Layar sudah terkembang, pantang surut sebelum berlayar.

Panitia jalan, perijinan masuk, perlengkapan jalan.
Alhamdulillah ada suntikan dana sebesar 3juta dari penduduk grup WA Panah Asmara, Alhamdulillah... sedikit angin segar. Meskipun angka di proposal terasa masih jauuuh... :D

Yang penting yakin pada Allah 'azza wa jalla.
Usaha telah maksimal, peluh telah mengering, dan hanya pasrah kepada Nya lah yang bisa dilakukan.
Satu doa ku yang tersembunyi... semoga hari H pelaksanaan lomba tidak hujan. :)

Dan... hari H pelaksanaan lomba pun datang.
Jam 05.03 saya sampai di lapangan, sudah ada beberapa panitia yang sudah stand by, Mas Aan selaku koordinator Sie Acara telah tiba di lapangan. masing nge set sana sini. Meja registrasi, taplak, sound dll. belum sepenuhnya siap. Masya Allah... dirimu yang memegang acara hari itu kang. Barokallohu fiik :)

Jam 06.00 peserta mulai berdatangan... melakukan registrasi di meja yang sudah di siapkan, sampai sekitar jam 7 hampir semua peserta telah melakukan registrasi, termasuk saya. :D
Alhamdulillah.. saya dapat nomer urut 001.

Adinda Yusron


Upacara pembukaan pun digelar, Adinda Yusron putra Ustadz Abu Umar Abdillah kami minta untuk membacakan beberapa ayat suci Al Quran. Syahdu... Rindu... Sesejuk pagi itu yang cerah. Batinku.. Alhamdulillah.. gak hujan :)

Komandan Heri Marinir. Photo by Kang Jeka


Upacara dipimpin oleh Komandan Heri Marinir dari KPBI Jawa Timur. Lalu secara simbolis, Ketua KPBI Joglo, mBah Kyai Bambang ASB, owner Bakso Tengkleng Mas Bambang, membuka acara lomba seni memanah ini dengan pemukulan Gong.

mBah Kyai Bambang ASB. Photo by Kang Jeka


Sebelumnya... saya jawil pak Bambang, "Pak... pidatonya 2 menit saja. hemat waktu." wkwkwk...
Ya, karena pesertanya mencapai ratusan dan target kita... sebelum dzhuhur harus sudah selesai. fiuh...

Setelah itu.. panitia dan peserta melakukan flight shoot dengan menggunakan whistle arrow. Pertama oleh panitia inti, lalu diikuti oleh seluruh peserta. Masya Allah... heroic! Melihat ratusan arrow terbang, bersiul bersama di udara, bersahut-sahutan. sswiiiiinng... swiing... swiiiiing.....

Persiapan Opening Shoot. Photo by Kang Jeka
Opening Shoot Oleh Panitia. Photo by Kang Jeka

...

Sekitar jam 8 lomba pun dimulai..
grup pertama dari sekitar 90 an pemanah mulai memasuki shooting line. Laki laki di 90 meter, wanita di 75 meter dan anak anak di 40 meter. Saya hanya bisa mengamati target 1-5, selain itu.. saya tidak begitu mengamati. karena jaraknya lumayan jauh dan tak terlihat dengan jelas siapa archer dan mana targetnya.

Suasana lomba. Photo by Kang Jeka


Fokus saja! Ingat latihanmu.
Dan.. lomba kali ini, degub jantung saya tidak seheboh ketika berlaga di Daarul Quran. Lebih tenang, lebih menikmati dan lebih santai. Satu per satu arrow saya lesatkan ke arah target. Alhamdulillah dari 27 arrow yang saya tembakkan, hanya 4 yang masuk di target. hehe... padahal ketika latihan bisa lebih baik loh.. (ngGayaa...)

Masya Allah... menyaksikan arrow terbang melesat parabolic mengarah ke target 90 meter itu.. sesuatuh bingit. Apalagi jika terdengar suara sayup-sayup dari arah target. Deb! masuk. Rasanya... nyes di hati. Meskipun ternyata tidak masuk di lingkaran target. haha.. :D

Setelah 27 arrow di tembakkan oleh seluruh peserta di grup pertama, maka saatnya grup kedua maju untuk menembak. Sama. 90 meter. Puluhan arrow melesat bersamaan. Epic.
Rasanya ingin ikutan terbang menaiki arrow-arrow itu, merasakan desiran udara yang terbelah lalu menghantam target dengan mantap. Deb! Rasanya sepersekian detik detak jantung berhenti...

Senenge Reek..!! Photo by Obay


Di saat itu... langit mulai menggelap, teriring doa terdalam.. Ya Allah... semoga hanya mendung yang menghalangi panasnya sinar matahari. Tidak hujan.

Qodarullah.. di saat grup saya, grup pertama memasuki shooting line, tiba-tiba hujan! rintik, gerimis, lalu menderas! Hingga semua peserta dan panitia terpaksa berlarian, menepi dan berteduh di tenda-tenda.

Hening... semua terhenti... seakan menikmati derasnya hujan.

Akankah lomba berakhir disini... atau haruskan kami menunggu berhentinya hujan...

Tunggu 10 menit, jika hujan tidak berhenti... Lanjut! Begitu sayup-sayup suara yang saya dengar dari sound panitia.

10 menit berlalu dan... sayapun menghampiri MC dan meminta nya untuk melanjutkan lomba. Apapun yang terjadi. Saya panggil seluruh peserta grup 1 untuk maju ke shooting line! Semua maju! Apapun yang terjadi! Lomba harus dilanjutkan! Heroik!

Dan semua pun basah...
Baju kebesaran yang sudah disiapkan sejak beberapa hari yang lalu... basah.
Busur... basah, quiver, arrow, bulu semua basah!
Dan MC sudah pasang aba-aba untuk hitungan mundur.

3... 2... 1... dung... suara gong mengiringi dan mulailah kami menembak di bawah guyuran hujan.

Tangan kiri saya usap-usapkan ke baju, agar sedikit kering dan genggaman tidak meleset. tapi apa daya... semua basah. Sia-sia saja. Yakin saja.

Bismillah..
Pasang arrow, angkat busur, mainkan elevasi, pasang kuncian, tarik sting... bidik dengan cermat... lalu lepaskan!

Shoot under the romantic rain. Photo by Obay


Disini saya sempat berfikir... karena hujan cukup deras, semua basah termasuk anak panah, maka tentunya.. anak panah akan bertambah berat sehingga saya harus menambah elevasi, menaikkan bidikan agar anak panah bisa menghantam target dengan sempurna.

Tapi ternyata saya salah...
Ada hal lain yang lebih penting yang mempengaruhi lajunya arrow! Dan itu saya pelajari sepersekian detik saat arrow melaju dibawah terpaan angin dan air hujan yang menderas. Faktor apakah itu?

Saya lanjutkan dulu kisah saya...
di jarak 75cm ini... tembakan saya membaik meskipun harus memanah di bawah hujan deras, dengan pandangan mata terhalang tetesan air di wajah. Dari 27 arrow yang saya lesatkan, ada 7 arrow yang masuk ke target dengan sempurna. Alhamdulillah...

Kepalang basah, cuci sekalian...

hujan yang cukup deras menyebabkan lapangan menjadi becek -alhamdulillah.. saya memakai sepatu boot-, sehingga cukup menyulitkan langkah kaki para pemanah. Di depan target, beceknya minta ampun... sampai ambles ini kaki. Dan... arrow yang meleset dari target pun masuk ke lumpur! wkwkwk...

Cuci sekalian di genangan air! :D
Lucu sekali...!!! Baru kali ini nyuci arrow. Hahaha...

...

75 meter selesai dan hujan masih mengguyur, seolah ingin membanting ketahanan tubuh para pemanah!

Lanjut ke 60 meter...
Rasanya... sangat dekat sekali jarak 60 meter itu. Padahal dulu ketika awal2 bermain panah... bisa menancapkan arrow di target dengan jarak 10 meter saja sudah luar biasa. Tapi kini.. bulan berganti tahun, seolah semakin dekat saja jarak-jarak itu...

Alhamdulillah di 60 meter ini, dari 27 arrow... saya berhasil menancapkan 10 arrow ke target dengan baik. Lebih baik dari 90 meter dan 75 meter. Dalam kondisi masih hujan meskipun sudah tidak sederas ketika bermain di jarak 75 meter. Tapi dalam kondisi sama. Basah kuyup semua.

Disaat grup pertama menyelesaikan laganya dan berganti dengan grup kedua... hujan mulai mereda, hanya sedikit gerimis romantis, manis dan puitis. halah.. :D

Grup kedua menyelesaikan jarak 75 dan 60 meter dengan suasana yang cukup berbeda dengan grup pertama. Hujan tidak se ekstrim disaat grup pertama berlaga.

Tapi anehnya... lebih banyak peserta dari grup pertama yang masuk ke 20 besar. Allohu akbar...!!!



Pas disaat adzan zhuhur berkumandang... rambahan terakhir dari grup kedua juga berakhir. Break untuk sholat zhuhur dan makan siang. Dan... hampir seluruh peserta sholat zhuhur dengan pakaian basah kuyup. masya Allah...

Lalu sekitar jam 1 siang, panitia mengumumkan 20 besar peserta yang akan masuk ke babak selanjutnya. Alhamdulillah.. saya masuk. Bahkan masuk di skor tertinggi bersama kang mas Nusantara Prasetya, pemanah gantheng dari Jawa Timur.

Dari 20 besar ini, akan diambil 8 orang, lalu 4 orang dan akan diambil pemenang 1,2 dan 3.

Saya tidak begitu memperhatikan dan tidak menghafalkan siapa-siapa saja yang masuk ke 20 besar dan 8 besar. Karena saya begitu menikmati lomba ini. Hehe...

Di seri 20 besar, alhamdulillah... arrow saya masuk 1. sehingga berhak baik ke 8 besar.
Di 8 besar ini, sistemnya aduan. 2 pemanah bertanding dan skor yang tertinggi yang berhak masuk ke 4 besar.

8 besar. Photo by Kang Jeka


Qodarullah... langkah saya terhenti di 8 besar. Dikalahkan oleh pemanah jawa timur, Kang Mas Odid dari Club Kurma Jawa Timur, yang ... masya Allah... stabilitas dan ketenangannya dalam memanah sudah terlihat sejak awal pertandingan.

Setelah dikalahkan di 8 besar ini... saya fokus menikmati pertandingan... gak hafal saya nama-nama pemanahnya. Tetapi.. saya menikmati setiap lesatan arrow yang masuk ke target. Asik banget rasanya.

Para Pemenang. Photo by Kang Jeka


Setidaknya... ada keyakinan dalam hati... latihan tidak akan pernah mengkhianati hasil. Saya menyiapkan segala sesuatunya untuk pertandingan kali ini. Mulai dari busur, arrow, quiver. Saya menyusun jadwal latihan saya dengan ketat. Saya sadar bahwa tidak setiap hari saya bisa berlatih dengan jarak 90 meter.

Pertandingan kali ini saya menggunakan busur buatan saya sendiri. Dengan model turkish, berat tarikannya 46 pounds. Sedangkan untuk arrow saya menggunakan arrow bambu.

Saya menemukan pola latihan unik dan efektif meskipun saya tidak setiap saat bisa berlatih di jarak jauh, namun ketika menghadapi jarak jauh maka hasil latihan ini terlihat dengan baik. Ya... setidaknya bisa mendapatkan point tertinggi saat kualifikasi.

Berapa panjang arrow yang saya gunakan?
Bagaimana bentuk bulunya?
Bagaimana spesifikasi teknisnya?

Lalu... latihan unik dan efektif seperti apa yang saya lakukan?
Penasaran?

Rahasianya akan saya bongkar di tutorial saya selanjutnya.
subscribe di Channel Youtube Kang Roy Archery untuk mengetahui teknik memanah yang saya kembangkan....

 Langganan Video Kang Roy

Selasa, Juni 06, 2017

Ketika Pemanah Horsebow Nusantara Berlaga

Pemanah Tradisional Jawa

Ini tentang kisahku saat mengikuti perhelatan akbar, Lomba Panahan Tradisional Horsebow Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Daarul Quran binaan KH Yusuf Manshur. Pondok Pesantren ini berlokasi di bilangan Cipondoh Tangerang Selatan.

Event ini merupakan event perdana nasional yang melibatkan tidak kurang dari 130 peserta yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia.

Lomba ini dihelat pada hari Ahad 9 Ramadhan 1438 H / 4 Juni 2017 M. Sungguh.. lomba yang benar-benar menguras fisik, emosi dan jiwa. Kondisi lapangan yang panas oleh terik matahari, seolah menguji fisik para pemanah. Bahkan.. saya sampai mandi 4 kali.. karena saking panasnya hari itu. Duel-duel maut antar peserta juga menjadi ujian tersendiri bagi emosi pemanah, termasuk saya. hehe...

Diawali pada saat sahur...
Ketika segenap peserta mempersiapkan diri untuk bersahur bersama, lalu dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah. Alhamdulillah...
Bahkan saat sholat subuh berjamaah, sudah terlihat beberapa pemanah telah menggunakan pakaian tradisional kebesarannya.

kumpul di lapangan futsal


Tepat pukul 05.30 wib, peserta dikumpulkan di lapangan futsal komplek DAQU lalu pawai menuju lapangan tempat lomba diadakan. Melewati gang-gang kecil di belantara Tangerang... masih sedikit lengang, belum banyak warga yang muncul. Mungkin masih pada istirahat selepas sholat subuh. Btw... jarak lapangan futsal ke lokasi lomba sekitar 700 meter.

pawai menuju lapangan
Sebagai info... turnamen nasional kali ini ada babak penyisihan yang harus dilalui:
  1. Fast Shooting, atau memanah cepat jarak 30m, dengan 9 anak panah dalam waktu 45 detik. 3 rambahan.
  2. Target Shooting, atau memanah target jarak 60m, dengan 9 anak panah. 3 rambahan.
Bagi yang lolos babak penyisihan, akan dipilih 8 besar.

Sesampainya di lapangan, para peserta bersiap untuk mengikuti upacara pembukaan. Istimewanya... upacara pembukaan lomba memanah kali ini dihadiri oleh beberapa tamu istimewa loh...

  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan
  • KH Yusuf Manshur
  • Danramil
  • DanDim
  • Polsek
  • Wakil Walikota Tangerang
  • Camat dan Lurah Setempat
Alhamdulillah...

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan & KH Yusuf Manshur
Berfoto bersama para pemanah
Kemudian.. sekitar jam 8.30, seusai upacara, langsung saja panitia memanggil para pemanah di kelompok A dan B untuk masuk ke waiting line. Dan kebetulan... saya masuk ke kelompok B, jadi... langsung saja saya beraksi pertama kali. hihihi...

kelompok pertama
Ada rasa berkecamuk di dalam hati ini... antara gembira, senang, dag dig dug, dan was-was kalo arrow meleset, hingga keyakinan yang kadang tergoyahkan oleh keraguan. Nano-nano!
Tapi.. apapun itu, ujian harus dilalui, tak ada kata mundur. Sekali busur ditarik, pantang anak panah diturunkan. Harus dilepaskan, melesat dan terbang menghampiri target! :D

Siap melesatkan anak panah...

Satu demi satu anak panah melesat menancap di target dengan mantap, meskipun beberapa diantaranya harus mampir di target tetangga atau bahkan melesat jauh tidak mengenai target alias meleset. hehe...

Poin demi poin skor dihitung dan diakumulasi oleh tim scorer. Alhamdulillah... saya mendapatkan skor 19 untuk jarak 30 meter dan skor 16 untuk jarak 60 meter. Total skor 35 poin dan sayapun masuk ke 8 besar. Alhamdulillah... :)

Di 8 besar ini, tahapnya adalah aduan, jadi 2 pemanah diadu untuk mendapatkan skor tertinggi. Memanah di jarak 60 meter dengan 5 anak panah dalam waktu 90 detik. Disinilah saya mulai merasa ada tekanan emosi dan luapan perasaan yang membahana. Perasaan bersaing dalam jalinan ukhuwah dan senyuman.

Ya, meskipun bertanding, tapi kami para pemanah tetep saja saling bersalaman, saling mendukung, cipika cipiki dan berpelukaaan... masya Allah.. suasana yang terbangun begitu indah... permai. Meskipun terik matahari seolah mengiris kulit ari ini. halah... :D

Qodarullah.. di babak aduan ini saya berhadapan dengan pemanah dari Borneo. Seorang pemanah muda ceria dengan ikat kepala berwarna warni yang dihiasi oleh sehelai bulu burung rangkok. Kalo tidak keliru.. nama beliau Adi.

Adi, pemanah borneo, 2 dari kanan. 

Di babak 8 besar ini... dari 5 arrow yang saya lemparkan, hanya 1 yang menancap di target, sedangkan Pemanah Adi, pemanah borneo... anak panahnya meleset dari target semua, sehingga saya berhasil masuk ke babak 4 besar. Kamipun berpelukan setelah melepas arrow ke 5. Masya Allah... begitu dekatnya, padahal baru semalam kami bertatap muka. Kekuatan ukhuwah. Allohu Yaa Lathiif... Engkaulah yang Maha Lembut...



Di babak 4 besar ini... saya bertemu dengan pemanah kawakan, Misnan Al Banjary. Pemanah Medan yang sejak babak awal selalu saya awasi gerak-geriknya. Saya awasi setiap arrow yang melesat dari busurnya. Saya amati setiap poin demi poin yang beliau kumpulkan. Karena... beliau telah menorehkan beberapa kemenangan di perlombaan sebelumnya. Sungguh... pemanah yang tangguh!

Saatnya tiba...
Saya pun berhadapan dengan beliau. 5 arrow disiapkan, target 60 meter telah dipancangkan. Dalam hitungan ketiga, kami harus segera menyelesaikan babak aduan 4 besar ini. Sungguh... sebuah pengalaman emosi dan jiwa yang belum pernah saya alami sebelumnya. Berkecamuk! Antara keinginan untuk menang, kesabaran untuk membidik dan ketenangan saat melesatkan anak panah. Sampai-sampai.. teriknya matahari kala itu tak terasa di kulit ini... hanya ada aku, busur, arrow dan target...

Benar-benar sebuah kondisi psikis yang luar biasa.
Memanah dibawah tekanan seperti ini membutuhkan penguasan diri yang baik. Masya Allah..

Bahkan sampai 2 kali kami bersalaman erat dan berpelukan saling mendukung dan menguatkan. Entah... kondisi ukhuwah yang begitu erat sudah membawa kami menjadi lebih dekat seperti saudara.

Berbagi info arrow, Saya, Misnan, Onnot dan Abu Ahmad 


Dan... qodarullah... di babak ini saya harus menghentikan langkah, karena tidak ada satu anak panah pun yang masuk ke target, sedangkan Pemanah Misnan Al Banjary, kalo tidak salah, bisa memasukkan 2 arrow nya kedalam target. :) Masya Allah.. benar-benar pemanah tangguh.

Di sisi lain...
Pemanah Ayyas.. Pemanah muda joglo, -under 20th sepertinya-, berhadapan dengan pemanah Rizal Abu Umar dari Adz-dzikra, Pertandingan yang sengit, hingga Pemanah Ayyas harus berhenti di 4 besar, dan artinya... saya harus berhadapan dengan Ayyas untuk memperebutkan posisi Juara 3. :D

Pemanah Ayyas... seorang pemanah muda cemerlang, putra dari Pemanah Bambang ASB, salah satu senior kami di KPBI Joglo. 

Joglo vs joglo...
Perebutan posisi ke 3 pun dihelat...
Saya berhadapan dengan Pemanah Ayyas... jeng jeng jeng...

Pemanah Ayyas dan Kang Roy :D
3 arrow disiapkan... target 60 meter telah disiapkan...
arrow pertama saya lepaskan... meleset
arrow kedua saya lepaskan... meleset lagi
arrow ketiga saya lepaskan dan... meleset juga. wkwkwk...

Sedangkan Pemanah Ayyas memasukkan 1 arrownya ke dalam target, hingga beliau pun menjadi juara ke 3. Allohu akbar...!!!

Saya langsung menghampirinya, menyalaminya dan mendekap erat badannya... 
Saya ucapkan selamat kepadanya, sambil melirik ke arah ayahnya yang melompat karena saking girangnya... 
masya Allah... Ayyas Juara..!!!
Joglo Juara..!!!

Perasaan berkecamuk saat itu... antara sedih karena kalah, senang karena sudah bisa sejauh ini melangkah, dan sejuta perasaan lain yang mengalir dalam darah dan melintas dalam hati. ciee...

Pemanah Ayyas & Pemanah Bambang ASB.

Langkah saya terhenti... meskipun waktu terus berjalan...
Duel perebutan posisi 1 dan 2 yang digelar seolah tak berarti lagi bagi saya. Tidak ada rasa nikmat waktu melihatnya. Tapi saya paksakan diri untuk mengambil hikmahnya.

Ketenangan 2 pemanah di shooting line kali ini benar2 terlihat. 2 orang pemanah yang kalem, tenang dan berwibawa dalam balutan busana tradisional kebesarannya...

Dan.. Pemanah Misnan Al-Banjary pun meraih juara 1, sedangkan Rizal Abu Umar Juara 2.

dari kiri ke kanan
Ayyas, Misnan Al-Banjary, Rizal Abu Umar
Alhamdulillah... 
Selamat kepada para pemenang, semoga Allah memberkahi kemenangan antum semua.
See you next time... between the shooting line... :)

Semoga Allah mempertemukan kita dalam kondisi yang lebih baik, dalam ukhuwah yang lebih indah.