Tutorial Memanah

Memanah olahraga tradisional yang akan terus ada hingga akhir zaman.

Tampilkan postingan dengan label Belajar Memanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Memanah. Tampilkan semua postingan

Senin, September 11, 2017

Teknik Dasar Memanah Horsebow Seri 1



Teknik dasar memanah dengan menggunakan horsebow yang wajib diketahui oleh pemanah pemula yang ingin menekuni olahraga ini dengan baik. Dengan memahami teknik dasarnya, maka kita akan mempunyai kemampuan yang lebih baik jika mendalaminya lebih lanjut.

Belajar memanah merupakan salah satu kegiatan olah raga yang sangat menyenangkan. Selain karena memanah adalah olah raga yang disunnahkan, manfaat dari aktifitas ini juga sangat bagus sekali. Apalagi jika kita sudah rutin menjalankannya.

Memanah... secara sekilas memang terlihat mudah, tinggal pasang anak panah, tarik stringnya, lalu tembakkan. kena!

Begitu kah?

Hmmm ternyata tidak. Memanah membutuhkan koordinasi otot-otot, konsentrasi pikiran dan ketenangan hati. Sehingga memanah harus dilatih secara rutin dan konsisten untuk mendapatkan ketepatan bidikan yang mantap.

Nah.. kali ini saya ingin sedikit berbagi tips dasar belajar memanah untuk pemula, agar bisa memanah dengan baik.

  1. Gunakan busur yang pas, jangan yang terlalu berat, namun tidak pula terlalu ringan.
  2. Gunakan anak panah yang sesuai, baik panjangnya, maupun ukurannya.
  3. Memanahlah pada jarak dekat dulu. 5-10 meter
Silakan Disimak Vidoenya...


Jumat, Maret 17, 2017

Kumpulan Video Ceramah Memanah dan Berkuda



Alhamdulillah.. bisa update blog lagi meskipun hanya sekedar berbagi link video youtube. Berikut ini video2 ceramah ustadz Zulkifli M Ali, Ustadz Khalid Basalamah dan ustadz Budi Ashari yang bertemakan pemuda, memanah dan berkuda. Silakan menikmati...








Sabtu, Februari 11, 2017

Cara Memasang Tali Busur / String Horsebow Dengan Benar



Cara memasang tali busur atau string horsebow sangat menentukan umur busur tersebut. Biasanya busur yang dipasang talinya dengan cara yang salah, akan mengakibatkan twist, retak, bahkan patah limbs nya. Untuk itu kita sebagai pemanah hendaknya mengetahui teknik atau cara memasang string dengan benar, agar busur kita tetap awet dan tahan lama.

Berikut ini adalah video tentang cara memasang tali busur dengan berbagai macam teknik yang diperagakan oleh Malta Archery. Mulai dari yang mudah, mandiri, hingga yang menggunakan alat bantu berupa tali. Ada juga yang memasang busur dengan bantuan orang lain.

Semua dijelaskan dengan singkat oleh Armin Hirmer dari Malta Archery.

Selamat menyaksikan...



Oke, cukup mudah bukan memasang dan melepas tali string busur horsebow. Sekarang saatnya anda praktek dengan busur yang anda miliki.

Dengan melakukannya berulang kali, Anda akan semakin mengenali karakter masing-masing busur ketika memasang string. Dan memasang atau melepas string akan semudah menghitung 1-2-3 :).

Credit Video to: Armin Hirmer

Rabu, Januari 11, 2017

Cara Memegang Busur Agar Jempol Tidak Terluka



Memanah adalah masalah. Itu adalah pepatah kuno yang mungkin tidak begitu akrab di telinga kita. Apasih maksudnya? Hmm... saya juga tidak begitu faham. wkwkk..

Tapi menurut sepengetahuan saya, memanah memang memberikan masalah/tantangan tersendiri bagi diri kita. Entah itu masalah otot, masalah teknik, peralatannya, perlengkapannya, anak panah, quiver, berkuda, dan lain lain..

Nah.. salah satu masalah yang sangat sering dihadapi oleh pemanah pemula, termasuk saya adalah.. jempol kiri yang seringkali terluka karena tergesek anak panah. Bahkan seringkali jempol tersayat dan berdarah-darah.

Jangan salah lho ya.. bulu arrow itu memang tipis dan lembut, tapi... jika bergerak dengan kecepatan yang tinggi, maka bagaikan silet yang siap menyayat kulit! Ditambah lagi jika arrownya kurang halus finishing ujung bulunya. Hmm... dijamin tambah banyak darahnya! Hahaha..

Tapi alhamdulillah.. beberapa saat yang lalu Coach Akmal, salah satu pemanah dari negeri seberang, yang mendalami mamluke style, seperti Cozmei Mihai, memberikan tips agar jempol kiri tidak terluka pada saat berlatih memanah. Ini bukan sembarang tips, tapi gripping/menggenggam busur dengan teknik mamluk / mamluke style.

Mari kita simak videonya...


Teknik ini memang sedikit kurang nyaman pada awalnya, bahkan ketika menerapkan teknik ini, lengan bawah terasa ngilu sampai berhari-hari. Tekuni saja teknik ini, karena saya sendiri juga membuktikan bahwa teknik ini juga sangat efektif.

Sumber video: FB Ladang Alam Warisan

Senin, Januari 09, 2017

10 Aturan Paling Mendasar Dalam Belajar Memanah

Pemanah

Sebelum belajar memanah atau berlatih memanah, setiap orang hendaknya mempelajari aturan umum paling mendasar dalam dunia panahan. Hal ini agar memanah menjadi kegiatan seni dan olahraga yang aman, menyenangkan dan menyehatkan jiwa, raga dan fikiran kita.

Siapapun yg memberikan busur ke orang lain entah meminjamkan, entah menjual, entah menghibahkan, wajib memberitahukan 10 aturan dasar berikut ini dan memastikan orang tersebut mengerti dan memahaminya:

  1. Wajib mendahulukan keselamatan dirinya dan orang lain
  2. Wajib menjunjung tinggi hukum dan aturan yang berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia tanpa terkecuali.
  3. Jangan menarik dan melepaskan busur tanpa anak panah
  4. Jangan menembakkan anak panah ke udara
  5. Jangan mendekatkan kepala ke busur ketika sedang ditarik
  6. Jangan menembak makhluk hidup; tanaman, hewan, dan terutama manusia
  7. Jangan menembak pada jarak yang jauh sebelum menguasai jarak yang lebih dekat
  8. Jangan menembakkan anak panah yang rusak
  9. Jangan menembak di dalam rumah
  10. Jangan menembak jika belum yakin atas keamanan dan keselamatan dirinya serta lingkungan sekitar
10 aturan dasar ini dibuat untuk difahami, ditaati oleh para penuntut ilmu panahan, baik yang akan memulai belajar maupun yang sudah mempelajarinya. Termasuk juga para pembuat busur/bowyer dan arrow maker.

Semoga bermanfaat :)

Minggu, Juli 17, 2016

Suasana yang Dihidupkan Ketika Bermain Panahan

Pemanah Malaysia


Dari berbagai riwayat digambarkan bagaimana suasana kegiatan memanah dalam peradaban Islam di masa lalu, baik pelatihan maupun pertandingan. Yang paling utama adalah kegiatan memanah harus dalam suasana yang penuh persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah dengan mengutamakan adab dan akhlak sesuai ajaran agama Islam. Kitab panahan Utsmani menggambarkan suasana pertandingan yang Islami dengan diawali ucapan salam dan saling menjabat tangan antar dua kelompok yang mendapat giliran memanah, serta dihiasi dengan ucapan-ucapan berbagai kalimat tayibah.

Secara umum, suasana yang diciptakan dalam pelatihan maupun pertandingan adalah: Islami, penuh adab dan rasa saling menghormati, penuh persaudaraan, semangat persatuan, persaingan yang sehat, cair, ceria, penuh tawa, semangat dan saling menyemangati, serta saling menasihati dalam kebaikan. Beberapa kutipan riwayat tentang suasana memanah adalah sebagai berikut.

Ibnul Qayyim mengutip riwayat tentang suatu kaum yang biasa memanah dalam suasana ceria dan saling tertawa. Dari Al Auza’i, dari Bilal bin Sa’id, ia berkata, “Aku bertemu kaum yang berlari antara beberapa target, dan saling tertawa, lalu ketika malam tiba mereka menjadi rahib-rahib.”

Diriwayatkan dalam suatu hadis dari Imam Al Bukhari yang menyiratkan semangat persatuan yang digalang Rasulullah bagi dua kelompok yang sedang memanah. Dari Salamah bin Al Akwa' , ia berkata, “Rasulullah keluar menuju suatu kaum yang sedang bermain panahan, maka Beliau bersabda, “Panahlah putra-putra Ismail, karena bapak kalian dahulu adalah seorang pemanah. Panahlah dan aku bersama Bani Fulan.” Maka salah satu kelompok dari dua kelompok tersebut menahan tangan-tangan mereka (berhenti memanah), maka Beliau bersabda, “Ada apa dengan kalian, kenapa tidak memanah?” Maka mereka berkata, “Bagaimana kami bisa memanah sedangkan Anda bersama mereka?” Maka Beliau bersabda, “Panahlah dan aku bersama kalian semua.””

Dalam kitab Al Furusiyah, disebutkan beberapa riwayat yang menunjukkan semangat kaum Muslimin dalam memanah hingga mereka berlari di antara target-target. Ibrahim At Taimi berkata dari bapaknya: “Aku telah melihat Hudzaifah bin An Nu'man berlari-lari antara dua sasaran di kota Mada’in.” Mujahid berkata, “Aku melihat Ibnu Umar berlari di antara dua target,” dan ia berkata, “Aku bersama dengannya.” Disebutkan juga bahwa Uqbah bin Amir Al Juhani berlari di antara dua target, sedangkan ia adalah seorang kakek lanjut usia.

Diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad bahwa ketika Uqbah bin Amir Al Juhani meminta Abdullah bin Zaid untuk mengikutinya berlatih memanah, Abdullah seperti nyaris bosan. Maka Uqbah menasihatinya dengan berkata, “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadis yang aku dengar dari Rasulullah ?” ia menjawab, “Mau.” Uqbah berkata, “Saya telah mendengar beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam surga karena satu anak panah, yaitu orang yang membuatnya dengan mengharapkan kebaikan; orang yang menyiapkannya di jalan Allah; serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.”

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)





Selasa, Juli 12, 2016

3 Hiburan Yang Menyenangkan Lagi Berpahala

Sunnah Memanah

Umur manusia begitu pendek, sudah selayaknya manusia mengisi waktu demi waktu dengan segala hal yang bernilai ibadah. Bukan dengan hal-hal yang sia-sia dan tak berguna. Karena setiap gerak-gerik, ucapan dan setiap dengusan nafas selalu ada malaikat yang mencatat amal perbuatannya. Mestinya, ia tidak ingin lembaran amalnya dipenuhi dengan hal-hal yang tak memiliki nilai ibadah.
Tapi, hati manusia memiliki masa-masa semangat, namun pada batas tertentu, pada masa tertentu merasa penat pula. Adalah wajar jika seseorang mencari sesuatu yang bisa menghibur hatinya. Sesuatu yang berupa hal-hal menyenangkan, sekaligus menjadi penawar bagi aktivitas dan beban pikiran yang melelahkan. Hanya saja, rata-rata hiburan yang dipilih oleh manusia itu termasuk hiburan yang sia-sia, ada yang melenakan dari ketaatan, dan ada lagi yang jelas bernilai sebagai kemungkaran. Orang cerdas akan menjatuhkan pilihannya pada aktivitas yang bisa mengumpulkan dua kebutuhan itu, hati bisa terhibur, namun tetap memiliki nilai pahala, tidak dianggap laghwun dan sia-sia. Apa itu?

Nabi SAW bersabda:

"Setiap permainan laghwun yang dilakukan seorang muslim adalah bathil, kecuali ketika dia melemparkan panah dengan busurnya, ketika ia melatih kudanya, dan bercanda dengan istrinya. Ketiga hal ini adalah al-haq."(HR Tirmidzi, beliau berkata, "hadits hasan shahih.")

Memanah, Hiburan yang Mengantarkan ke Jannah

Berlatih memanah adalah olah raga yang menyenangkan, permainan yang mengasyikkan, namun tidak dianggap laghwun dan sia-sia. Banyak sekali motivasi Nabi SAW kepada umatnya untuk belajar memanah. Di antaranya, sabda Nabi saw,

"Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam jannah karena satu anak panah, orang yang membuatnya dengan tujuan baik, orang yang melemparkannya dan orang yang menyiapkannya. Hendaklah kalian memanah dan berkuda, sedangkan memanah lebih aku sukai daripada berkuda." (HR Tirmidzi, beliau mengatakan, hadits hasan shahih)

Ada pahala bagi yang membuat panah, ada ganjaran bagi yang melemparkan panah, dan dijanjikan Jannah orang yang menyiapkan anak panah bagi yang hendak memanah, dan tidak sia-sia pula orang yang berjalan untuk mengambil anak panah dari tempat sasaran ketika latihan. Inilah sisi yang tidak tergantikan dari keutamaan memanah, meskipun dalam banyak hal fungsi panah bisa diganti dengan senjata-senjata modern.

Begitu kuat anjuran Nabi SAW kepada umatnya untuk belajar memanah, hingga banyak keringanan khusus yang berlaku bagi orang yang memanah. Suatu kali Nabi bersama Abu Bakar dan Umar melewati orang-orang yang berlatih memanah. Salah seorang yang hendak melepaskan anak panah berkata, "Demi Allah, ini pasti kena!" Ternyata panahnya meleset. Lalu Abu Bakar berkata, "ia telah melakukan dosa wahai Rasulullah!" Tapi Rasulullah bersabda,

"Sumpahnya orang yang sedang berlatih memanah itu tidak dianggap laghwun, tidak berdosa dan tidak ada kafarahnya."  (HR. Thabrani)

Bahkan berjalannya seseorang untuk mengambil anak panah, dari tempat memanah dengan sasaran bernilai satu kebaikan pada setiap langkahnya, sebagaimana hadits Thabrani. Ini tidak berlaku dalam permainan yang lain. Dari sisi hiburan, permainan ini juga menghibur, dan mungkin ada bumbu canda ria di dalamnya. Imam al-Auza'y menyebutkan kesaksian dari Bilal bin Sa'ad tentang para sahabat yang beliau lihat, "Saya menjumpai suatu kaum, mereka mondar mandir antara tempat memanah dengan sasaran, mereka saling bercanda satu sama lain, namun ketika malam tiba, mereka khusyuk laksana para rahib."
Sayang, hanya sedikit dari kaum muslimin yang melirik pada permainan yang menyenangkan dan berpahala ini, sedikit pula para mubaligh dan penulis yang memiliki perhatian dalam masalah ini.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah, adalah satu dari ulama yang memiliki perhatian besar tentangnya. Dalam buku karya beliau yang berjudul Al-Furusiyah, beliau bukan saja memberikan motivasi, membahas hukum-hukum yang terkait dengannya, bahkan sampai soal teknis bagaimana cara duduknya, cara memegang busur, menarik talinya, membidiknya, hingga cara melepas anak panah dari busurnya.

Berlatih Mengendarai Kuda
Hampir tak ada yang menyanggah, belajar mengendarai kuda itu adalah hiburan yang menyenangkan. Lebih menggembirakan, ternyata olah raga ini mendatangkan pahala. Dalam banyak hadits Nabi SAW juga memberikan dorongan kepada umatnya untuk melatih kudanya, berlatih mengendarai kuda, hingga lomba berpacu sering diadakan di zaman Nabi SAW. Meskipun secara fungsi, sebagian bisa tergantikan dengan alat transportasi modern, namun ada sisi yang tak bisa tergantikan. Nabi SAW menyebutkan keutamaan kendaraan kuda, Allah telah tetapkan pada ubun-ubun kuda itu terdapat kebaikan hingga hari Kiamat, sebagaimana disebutkan oleh Nabi SAW,

"Pada ubun-ubun kuda itu, telah ditetapkan kebaikan, hingga hari Kiamat." (HR Bukhari)

Terlalu mengada-ada jika mengqiyaskan kuda dalam hadits ini dengan kendaraan yang ada di zaman ini.

Sunnah Nabi SAW yang satu ini juga banyak ditinggal oleh kaum muslimin hari ini. Padahal di dalamnya ada nilai ketaatan, ada nilai i'dad, menyiapkan kekuatan, dan padanya juga terdapat hiburan yang menyenangkan.

Bercanda dengan Istri

Jika rumah tangga berjalan normal dan harmonis, canda antara suami istri adalah hiburan yang menyenangkan. Bukan saja hati menjadi tenteram dan damai, tapi juga syahwat yang tersalurkan di tempat yang halal. Bertambah lengkap kebahagiaan, karena ini dicatat sebagai sedekah. Hingga seseorang pernah bertanya kepada Nabi SAW,

"Apakah salah seorang di antara kami memperoleh pahala, padahal ia melampiaskan syahwatnya?"
Maka Nabi SAW menjawab,
"Bagai mana pendapatmu jika syahwat itu disalurkan ke tempat yang haram, bukankah ia mendapat dosa? Begitulah jika ia salurkan di tempat yang halal, maka ia mendapatkan pahala." (HR Muslim)

Semoga, Allah menjadikan kecenderungan kita kepada hal-hal yang bernilai ketaatan, dan menjauhkan dari perkara sia-sia dan dosa. Amin.

(Ustadz Abu Umar Abdillah)

Rabu, Juli 06, 2016

Tahap Yang Harus Dilalui Untuk Belajar Memanah

Thumbdraw Style


Tanya:

Pak irvan & senior2. Maaf ada yg mau sy tanyakan. Ada sedikit bacaan td yg sbtlnya gak nyambung sm archery. Tp sy ambil kesimpulannya semua pelajar penting melakukan repetisi. Dlm hal ini tanpa busur, spt kata dalam karate dsb. Apakah untuk archery kita perlu spt itu, tanpa busur didepan kaca diulang2 teknik menarik busur, release dsb. Mhn maaf, tksh.

Jawab:

perlu, terutama di masa menyempurnakan format dan postur memanah, itu harus di depan kaca biar cepet

Tahapan pelatihan:

  1. Penguatan otot2 : target: tangan kiri gak bergetar
  2. Pembentukan format dan postur memanah yang benar: target: arrow lurus gak mencong2
  3. Pengembangan wawasan dan sense bidikan, jarak, dan elevasi: target: bisa menembak obyek2 besar di jarak yg jauh (>30 m)
  4. Penguasaan rukun memanah yang 4: target: cepat, akurat, kuat, selamat dalam tiap tembakan

Dari Grup WA Pecinta Horsebow - KPBI

Senin, Juli 04, 2016

Belajar Memanah Berkuda, Meneruskan Tradisi Sahabat RA

Cozmei Mihai


Tradisi panahan yang sambung-menyambung semenjak zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu'anhum aj'main di abad ke-6-7 Masehi hingga runtuhnya Daulat Utsmaniyah di tahun 1922...

1300 tahun tradisi yang terus-menerus, dengan nama-nama para syaikh, imam, ahli panahan yang disebut-sebut, dirujuk, dijadikan panutan berulang-ulang dari zaman ke zaman...

Mengikuti jejak pada ahli panahan dari kalangan Salaful Ummah: Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu Thalhah Al Anshari, Uqbah bin Amir Al Juhani, Qatadah bin An Nu'man, Utbah bin Farqad As Sulami, Abdullah bin Abbas, Sahl bin Hunaif, Al Hasan bin Ali dan sebagainya radhiyallahu'anhum aj'main...

Lalu hilang begitu saja... lalu mulai ditemukan dan digiatkan kembali di tahun 90-an, hingga sekarang...

Yuk menjadi bagian tradisi 1300 tahun kekuatan peradaban Islam...

#

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum

Mau tanya
Bagaimana kurikulum yang baik dan benar dalam Horseback Archery
Apa belajar memanah dahulu sampai handal baru belajar berkuda sampai handal baru selanjutnya di gabung latihan memanah dan berkuda
Atau
Latihan memanah sambil latihan berkuda. Baru latihan di gabung memanah sambil berkuda

Jawaban:

Bisa paralel. Sampe masing2 syarat terpenuhi baru digabungkan. Setelah digabungkan, mulai dari nol lagi sebenernya. Tujuan akhir horseback archery adalah tetep akurasi tembakan⁠⁠⁠⁠. Memanah dan berkuda, skill dasarnya itu berbeda dan gak saling terkait jadi bisa belajar paralel khusus utk memanahnya saja maupun berkudanya saja. Ini utk basic. Ya spt latian nembak, latian fisik, belajar teori2 operasi lapangan di kelas. Belajarnya masing2. Hingga ketika semuanya lulus syaratnya, maka boleh digabung utk latihan operasi lapangan

Nah syarat minimal memanah utk memanah berkuda adalah:

  1. Sudah bisa memanah akurat dijarak minimal 20 m
  2. Sudah bisa menembak cepat/ fast shooting minimal 3 detik per arrow

Nah, mari kita saksikan video fast nocking / fast shooting oleh master Cozmei Mihai.

Fast Shooting Dengan Arrow Di Tangan



 Fast Shooting Dengan Arrow di Quiver



Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
via Grup WA Pecinta Horsebow - KPBI

Sabtu, Juli 02, 2016

Busur Panah dan Senjata Api, Tentang Filosifi, Mekanisme dan Mindset

Irvan Pani Abu Aqilah

Ane belajar menggunakan alat pelontar proyektil udah 20 thn, mulai pistol, senapan laras panjang, senapan serbu dll... pernah belajar taktik operasi militer dsb

Dan ane bersaksi bahwa benar apa yg dikatakan Ibnul Qoyyim, dalam Al Furusiyah, bahwa busur yg paling baik adalah yg:

  1. Ringan, 
  2. Efektif dalam offence dan defence

Perbedaan jenis senjata kuncinya di jangkauan jarak dan laju kecepatan tembakan

Senjata api logikanya gini:

  1. Senjata serbu: jangkauan akurasi pendek namun laju kecepatan tembakan cepat
  2. Senjata support spt sniper rifle: jangkauan akurasi jauh namun laju kecepatan tembakan rendah
Jadi jika AK 47 atau M 16 mematikan dijarak 60-100 m, maka Sniper Rifle mematikan hingga 200-400 m. Ada kompensasi jarak jangkau dan kecepatan. Nah dlm kasus panahan ini beda. Karena semua jenis busur punya range akurasi yg sama. Pemanah korea dan turki sama2 bisa mencapai akurasi di jarak 100 meter sampe 145 m. Dgn menggunakan horsebow, Compound dan recurve pun sama.

Apa yg membuat semua ini sama dlm panahan? Krn mekanisme lontaran yg ada peran org di sana
Kalo senjata api, mekanisme ini tok semata hanya dilakukan oleh triggering system... org tinggal mencet pelatuk sahaja.

AK 47


Makin jauh jarak senapan, triggering systemnya makin canggih. Panahan gak begitu... karena triggering systemnya melibatkan manusia yg memiliki kekuatan yang hampir seragam
Melibatkan otot2, walopun compound iya ada bantuan katrol utk nahan power... tapi gak berbeda jauh.

Nah balik lagi, kalo jarak jangkaunya ternyata sama2 aja di antara busur2 yg ada, Maka variable pemilihan busur hanya begantung pada laju kecepatan tembak. Seperti kita tau, sampai saat ini laju kecepatan tembak lebih unggul di horsebow. Lebih dari itu...

Dlm suatu kondisi tempur menggunakan senjata pelontar proyektil... kunci utamanya adalah:

  1. Lama2an mengungkap lokasi penembak
  2. Setelah lokasi terungkap, maka harus cepet2an nembak

Senjata api sniper, bisa menikmati yg no 1, minimal bisa 5-10 kill, jika musuh masuk jarak tembak seorang sniper di jarak 200 m misalkan sampai musuh yg bersenjata serbu bisa mulai menembak balik di jarak 100 m

Pada saat ditembak balik, sniper bisa kabur. Tapi kalo sama2 pakai senjata serbu, setelah sekali dua kali tembak... maka posisi kita akan segera diketahui lawan, dan setelah itu harus cepet2an nembak, banyak2an mengeluarkan peluru.

Panahan, lebih mudah lagi menunjukkan posisi penembak, ketika sedang menyergap. Krn anak panah panjang... bisa ketauan dia dateng dari arah mana. Pasukan lagi bergerak ke arah selatan, salah satu kena panah nancep di leher, setelah diliat ternyata nock arrow ngadep ke barat... ya berarti yg nembak dari arah barat... ketauan deh, padahal baru bisa nembak 1 arrow.

Nah dalam hal ini, kuncinya setelah posisi kita ketauan, maka pemanah dgn busur yg dapat menembak dgn cepat adalah yg selamat

Mengingat tadi, dlm hal panahan, sangat mudah mengetahui dari mana arah tembakan
Serta, semua busur terbukti memiliki jarak jangkau akurasi yg hampir mirip2... beda dgn senjata api yg jarak jangkau laras pendek pistol, laras panjang serbu, laras panjang sniper sangat berbeda secara signifikan

Itu kalau alasan penggunaan busur dlm militer, Tapi kalo dalam olahraga dan rekreasi ya kriterianya lain lg.

Tanya: Compound, recurve, standard bow, Jemparingan, long bow, flat Bow mana yang paling cepat arrow nya saat melesat?

Jawab:

  1. Paling cepat kecepatan arrownya adalah busur dgn draw weight paling tinggi. Mau compound, recurve, jemparingan, horsebow dll... draw weight 150 lbs jelas lebih tinggi kecepatan terbang arrow dibanding busur draw weight 50 lbs
  2. Paling cepat melepaskan anak panah:
    Busur yg paling memungkinkan utk mendapatkan mekanisme nocking arrow paling cepet
    Lengkapnya  busur yg paling bisa mengintegrasikan 3 kegiatan nocking-drawing-releasing menjadi satu paduan gerakan
    Gak putus2
    Spt senapan api

 Sekali pencet pelatuk ada 3 kegiatan yg dilakukan mekanisme triger

  1. Narik peluru dari magazin
  2. Narik per 
  3. Melepas per dan mematuk pantatnya peluru sehingga mesiu meledak

Itu yg terjadi dlm senjata api, ketika menarik pelatuk
Nah busur yg paling cepat melepaskan anak panah, adalah busur yg bisa menyelaraskan gerakan mengaitkan anak panah, narik busur, ngelepas anak lanah dlm satu gerakan terpadu

Silakan dicobain satu2 mana yg paling memungkinkan dlm hal ini.


😊
Sekian dan terima kasih.

Oleh irvan pani abu aqilah
Sumber: Grup WA Pecinta Horsebow - KPBI

Rabu, Juni 29, 2016

Adab Ketika Mengalami Kesalahan/Kegagalan Dalam Mengenai Sasaran

Puta Target


Dari kitab al furusiyah ibnul qayyim rahimahullah

Apabila tembakan anak panah memeleset ke kanan sasaran atau kirinya atau atasnya atau bawahnya, maka cari apa penyebabnya serta dari mana sumbernya. Apakah karena busur, atau tali, atau anak panah, atau angin, atau dari diri pemanah; yaitu cara memegang, atau kuncian tangan, atau cara melepas, atau cara membidik.

Setelah letak kesalahannya berhasil ditemukan, maka pemanah harus segera memperbaiki dan menghindarinya terjadi kembali. Lalu ia meneruskan memanah dengan membaca basmalah setiap kali melepaskan anak panah. Jika tepat mengenai sasaran maka ia harus mengucapkan hamdalah, memuji-muji Allah, dan berkata: “Ini karena keutamaan dari Allah.” Jika tembakannya memeleset maka ia tidak boleh merasa kecil hati, sempit hati, kesal, serta tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Kesalahan dalam hal ini lebih dicintai Allah daripada ketepatan pada permainan-permainan lainnya.

Ketika mengalami kegagalan dalam mengenai sasaran, seorang pemanah tidak boleh mencela busurnya, tidak pula anak panahnya, tidak pula dirinya, dan tidak pula gurunya; karena semua itu termasuk perbuatan zalim dan sikap permusuhan. Hendaknya ia mengedepankan sikap sabar dalam memanah walaupun masih banyak mengalami kegagalan, dengan demikian semoga Allah membalik kegagalannya menjadi keberhasilan. Hendaknya ia mengetahui bahwa kegagalan adalah awal keberhasilan dan buruk adalah awal dari bagus

(Ibnul Qayyim Al Jauziyah, Al Furusiyah Al Muhammadiyah, Abad ke-14 Masehi).

Catatan: kesalahan dalam hal ini lebih dicintai Allah daripada ketepatan pada permainan-permainan lainnya. Hendaknya ia mengedepankan sikap sabar dalam memanah walaupun masih banyak mengalami kegagalan, dengan demikian semoga Allah membalik kegagalannya menjadi keberhasilan
Istiqomah dan sabar dlm thumbdraw walopun masih mencong2, goyang naga, meleset, belom bisa blind nocking, blom bisa fast shooting, blom bisa jarak jauh...

Semoga Allah membalik semua itu menjadi keberhasilan
Aamiin.

Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Minggu, Juni 26, 2016

Tanya Jawab 1: Tentang Kriteria Busur Horsebow

Manchu bow


Afwan, mau tanya

  1.  . Apa definisi horsebow?
  2.  . Dalam bahasa arab horsebow disebut apa?
  3.  . Apa kriteria busur dikatakan horsebow?

Jawaban:
Horsebow ini nama generik utk jenis busur berbagai peradaban Asia yg umum digunakan oleh para. Nama generik lain adalah busur komposit krn material pembentuknya. Busur pendek/short bow krn ukurannya

Busur reflex krn bentuknya (flek  melengkung, reflex dari melengkung ke suatu arah ditarik ke melengkung arah lawannya). Cirinya  terdiri dari   bagian   gagang/qabidh,   lengan/dustar,  . Segmen kaku di ujung nya/siyah.

Ciri  fisik. Dalam bahasa arab, horsebow dikenal dgn sebutan berdasarkan material pembentukanya atau busur komposit. Material pembentuknya secara tradisional terdiri dari   bahan utama otot/sinew (Sinew macem , domba, rusa, sapi, dll), kayu/bambu, tanduk, Yg direkat jadi satu.

Bahasa arabnya Masnu'ah, Mashnu'ah atau Murokkabah,

Lem buat laminasi, lem dri fish blader atau yg dri rebusan sinew? Paling bagus dari fish bladder, berikutnya sinew, Yang terbaik fish bladder, alternatif kedua lem sinew. Kdg dicampur keduanya.

Kalau skrg materialnya sudah banyak pake material dgn metode laminasi ,modern.
Horsebow ini pun nama generik, krn ada busur yg serup tp dl  sejarahnya jarang digunakan utk naik kuda spt busur Manchu.

Ada busur yg bentuknya di luar pakem horsebow tp sering digunakan utk berkuda spt busur yumi jepang... krn di jepang jarang tanduk jadi mekanika busurnya dibuat sedemikian serupa me,bentuk spt yumi yg skrng

Jadi kriteria horsebow secara umum

  1.  Secara sejarah terbukti digunakan oleh penunggang kuda secara intensif
  2. Terdiri dari   bagian gagang, dustar, siyah
  3. Busur komposit
  4. Busur reflex
Dgn pengecualian utk busur manchu dan yumi

Berburu kelinci

Tanya: Klo di iklim tropis kyk di indo, lem fish blader bakal lumer ga tuh?
Jawab: lem klo sdh kering ga bakal lumer.. kecuali ada kandungan airnya

Tanya: Busur yg di pake indian, termasuk horsebow gk chief?
Jawab: Indian kan pake longbow, atau flatbow, selfbow alias dari  1 bahan

Yang disebut panahan berkuda itu mampu menggunakan busur di atas kuda yg berlari kencang (gallop) dalam taktik hit and run dan memenuhi  rukun memanah cepat, tepat, kuat, selamat, dan melakukan tembakan berkali kali dgn cepat pada multiple target. Jadi... Kalo cuma nembak sekali dua kali, atau nembak sambil berenti, ya bukan horseback archery namanya.

Pake recurve, standard bow, compound skalipun ya bisa aja nembak di atas kuda. Tapi apakah bisa menembak dgn cepat melontarkan multipel arrow ke multiple target dimana kudanya sambil berlari cepat

Tanya: setau sy manchu digunakan berkuda jg chief.. knp koq dikecualikan pd keterangan di atas?
Jawab: Yang dimaksud busur manchu generasi akhir yg lbh berat dan panjang krn utk menembakkan arrow  panjang dan tebal.

Maksudnya gini, dlm satu genre busur berdasarkan budaya (dlm satu budaya busurnya bisa beda bentuk krn perbedaan fungsi warbow, flight dll) hampir semuanya bisa digunakan utk di atas kuda krn ukurannya yg relatif pendek

Manchu War

Tapi utk manchu, ada jenis manchu yg utk nembak proyektil gede gak bisa buat kuda krn ukurannya besar shg menyusahkan rider, walopun busur manchu ukuran yg lebih pendek dari busur tsb bisa. Ini klasifikasi yg pernah sy baca dari lukas novotny.

Kalo balik lg ke sniper, kriteria senjata sniper adalah ia dpt akurat di jarak yg lbh jauh dibanding senjata umumnya, agar ia dpt melemahkan lawan sebelum lawan masuk jarak tembaknya. Shg sniper punya waktu utk melarikan diri sebelum lawan masuk jarak tembaknya thd sniper tsb.

Tapi kalo cuma sekali tembak akurat, terus lawan dapat dgn mudah menyerang balik penembak tsb krn ia gak punya keunggulan jarak, bukan sniper namanya... itu keunggulan first shot aja.

Contoh: sniper diposisinya punya akurasi di 300  meter, kompi lawan bergerak sejumlah 10 org dgn senjata dgn jarak efektif 100  m.

Tembakan pertama sniper kena 1  org, tembakan kedua 2  org, tembakan ketiga 3  org, dan posisi sniper ketauan lawan, 7 pasukan yg tersisa lari sejauh 300  m menuju posisi sniper, dlm 100  meter perjalanan pertma lawan sniper msh bisa tembak 2  org lagi, ketika sniper dan lawan berjarak 200 meter lagi, sniper bisa melarikan diri,

sehingga ketika 5 org lawan sudah masuk jarak tembak 100  m thd posisi awal sniper, sniper udah balik ke markasnya dgn selamat...

Ini filosofi sniper.

#
Pertanyaan dari kelas sebelah bang:

Menyimpulkan materi diatas horsebow itu harus pendek dan ringan
Apakah ada standar panjang dan berat busur yg bisa disebut horsebow???

Jawab:

Hmmm itu relatif mas, tergantung budayanya, besar kecilnya org, ketersediaan bahan dll. Tapi kalo mau secara umum panjang itu dari 120-130 cm sampe 150-160 cm. Busur manchu ada yg 160 kalo gak salah. Yg dijual mariner itu 150 an. Ottoman flight bow ada yg 120 an ya, harus pake siper.

sumber: Grup WA Pencinta Horsebow - KPBI
Pengisi: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Jumat, Juni 17, 2016

Definisi Busur Horsebow dan Thumb Draw



Memperhatikan masih adanya usaha-usaha posting tentang panahan yang tidak ada hubungannya dengan Busur Horsebow dan Teknik Thumb Draw, maka ada baiknya menjelaskan ulang apakah itu Busur Horsebow dan Thumb Draw.

Sebelum itu, untuk dapat paham secara utuh, perlu diketahui bahwa tradisi panahan di dunia ini tidaklah sama semuanya, tradisi panahan di dunia ini berbeda-beda menurut perkembangan kebudayaan dan peradabannya masing-masing.

Secara umum, ada 2 tradisi besar panahan, yaitu: Tradisi Barat dengan jenis busur dan teknik yang biasa digunakan orang-orang barat semenjak dahulu seperti tradisi peradaban Celtic/Galia, tradisi peradaban Romawi dan Yunani, tradisi peradaban Germanic, tradisi peradaban Norse/Viking, tradisi peradaban Slavia, dan sebagainya termasuk tradisi peradaban Barat Modern.


Serta ada Tradisi Timur dengan jenis busur dan teknik yang digunakan orang-orang timur seperti dalam tradisi peradaban Islam (Arab, Ottoman, Mamluk, Mughal, dsb), tradisi peradaban Stepa Asia Tengah (Mongol, Hun, Tatar dsb), tradisi peradaban Persia dan Indo-Arya (India), tradisi peradaban Semit dan Mesir Kuno, tradisi peradaban Timur Jauh (Jepang, Korea, China), tradisi peradaban Nusantara dan sebagainya.

Selain itu ada lagi tradisi-tradisi panahan yang skalanya minor atau telah punah seperti tradisi peradaban Afrika (barat, timur, tengah, selatan), tradisi peradaban Indian Amerika Utara, tradisi peradaban Amerika Selatan (Aztec, Inca, Maya), tradisi peradaban Aborigin dan sebagainya.
Sehingga masing-masing yang mempelajari tradisi memanah ini akan memiliki sanad keilmuan yang berbeda-beda jika dirunut ke masa lalu.

Teknik dan metode panahan yang dipelajari dalam grup ini adalah Tradisi Panahan Timur dengan menggunakan jenis Busur Horsebow dan teknik Thumb Draw.

Definisi Busur Horsebow: Busur Horsebow adalah istilah umum genre busur yang secara tradisi biasa digunakan sambil menunggang kuda dengan performa yang paling optimal, karena ada busur lain yang juga bisa digunakan di atas kuda namun tidak optimal. Busur horsebow ditandai dengan ukurannya yang relatif pendek, walau ada juga yang panjang, serta berbahan komposit: kayu/bambu, tanduk dan otot/sinew, dan terdiri dari 3 bagian utama yaitu: gagang, dustar (lengan yang dapat melengkung ketika busur ditarik) dan siyah (segmen kaku di ujung-ujung busur tempat mengaitkan tali busur). Serta disebut dengan busur reflex, karena busur ini umumnya berbentuk huruf C ketika belum dipasangkan tali, dan harus diregangkan untuk dipasangkan tali hingga menjadi bentuk lain yang didalamnya telah tersimpan energi potential pegas yang besar. (Gambar kiri dan kanan atas)

Definisi Thumb Draw: Teknik thumb draw adalah teknik memanah dengan menggunakan jempol untuk menarik tali busur. Dalam teknik ini, tali busur dikaitkan pada jempol yang diperkuat dengan kepalan seluruh tangan yang digunakan untuk menarik busur. Ciri lainnya adalah anak panah diletakkan di sisi kanan pada pangkal jempol tangan yang memegang busur, bukan di sisi kiri. Alat bantu yang diperlukan dalam teknik ini adalah pelindung jempol baik dalam bentuk kulit pelapis maupun cincin jempol atau thumb ring. (Gambar kiri dan kanan bawah)
Semoga mencerahkan

oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Selasa, Juni 14, 2016

Jalan Juang Para Ksatria Muslim dalam Meniti Ilmu Furusiyyah

mamluk warior


Kaidah Dalam Pelatihan Keahlian dan Kemampuan Fisik serta Furusiyyah (Berkuda, Memanah, Pedang dan Tombak)

Dikutip dari Kitab Al Furusiyyah karya Ibnul Qoyyim Rahimahullah, bahwa:

Ali bin Ja'd berkata: Syu'bah telah bercerita kepada kami, dia berkata: Qatadah telah mengabariku, dia berkata: Aku telah mendengar Abu 'Utsman An Nahdi, dia berkata: "Telah datang kepada kami surat dari Khalifah Umar bin Al Khattab ketika kami sedang berada di Azerbaijan bersama ‘Utbah bin Farqad Rodhiyallahu'anhum ajmain.

Amma ba'du:

"Hendaklah kalian memakai sarung, menggunakan selendang, bersandal, buanglah semua sepatu, buanglah semua celana, wajib atas kalian menggunakan baju bapak kalian, Isma'il. Jauhilah hidup bersenang-senang dan ciri-ciri orang 'Ajam. Wajib atas kalian mempergunakan panas matahari, karena ia adalah al hammam (pemandian) bagi bangsa Arab. Dan tama'daduu*). Pilihlah jalan hidup yang keras dan sulit, ikhlaulaquu (sigap, siap sedia), rusakkanlah semua pelana, naikilah kuda dengan melompat setinggi mungkin, dan panahlah tepat pada target-targetnya."

Ibnul Qoyyim berkata: Ini adalah pelajaran tentang furusiyyah dari beliau, Umar bin Al Khattab Rodhiyallahu'anhu, pelatihan fisik supaya bekerja keras dan tidak hidup mewah dan bersenang-senang, memegang teguh ciri khas putra-putra Isma'il bin Ibrahim, maka beliau perintahkan kepada mereka supaya memakai sarung, memakai selendang, bersandal, dan membuang semua sepatu; supaya kaki-kaki mereka terbiasa dengan panas dan dingin sehingga menjadi keras, kuat dan tahan terhadap gangguan dari keduanya.

*) Tama'daduu maksudnya: Peganglah jalan hidup Al Ma'addiyyah, yaitu adat-istiadat Ma'add bin 'Adnan (keturunan Nabi Isma'il ‘Alaihissalam) di dalam akhlaknya, ciri khasnya, furusiyyah-nya, dan segala perbuatannya. Jalan hidup al ma’adiyyah merupakan jalan hidup yang keras dan sulit dengan menjauhi bermudah-mudah dalam kesenangan hidup dan kemewahannya.

==============

Merupakan tradisi umat terdahulu untuk bersusah-susah dalam menempa kemampuan dan keahlian fisik dengan ilmu yang benar secara sempurna, yaitu jalan hidup Al Ma'addiyyah alias jalan hidup prihatin.

Mengikuti sepenuhnya dengan sekuat tenaga, jika tidak mampu maka mendekatinya, jika masih tidak mampu maka cenderung padanya.

Sikap yang serupa juga berlaku dalam mendalami semua jenis ilmu pengetahuan, lebih-lebih ilmu agama... Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian

penulis: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Pemanah Berkuda Indonesia)

Senin, Juni 13, 2016

Adab Bagi yang Anak Panahnya Meleset Saat Berlatih

kitab al furusiyyah


"...Dan jika meleset dari sasaran, maka jangan gelisah, jangan gundah dan jangan berputus asa dari rahmat Allah Ta'ala. Meleset dalam permainan ini lebih dicintai Allah daripada tepat dalam permainan yg lain.

Jangan mencela busurnya, panahnya, dirinya atau pembimbingnya, karena ini merupakan bentuk kezhaliman dan memancing permusuhan. Hendaknya tetap bertahan bersama panah meski masih sering meleset.

Bisa jadi sebentar kemudian yg tadinya meleset menjadi tepat, hendaknya dipahami bahwa meleset itu adalah awal dari tepatnya sasaran, kesalahan adalah awal dari perbaikan..."

(al furusiyah hal. 402, penerjemah: Abu Umar Abdillah)



Kalimat di atas adalah terjemahan dari Kitab Al-Furusiyyah Karangan Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, seorang ulama besar ahli ilmu yang juga mendalami panahan.

Sabtu, Juni 11, 2016

Adab dan Akhlak Pemanah Terhadap Guru, Para Ahli, Senior, dan Rekan Sesama Pemanah



Panahan yang merupakan perpaduan kesakralan sunnah dan bagian kedisiplinan furusiyah memiliki tujuan mulia, yaitu menciptakan seorang Faris yang mahir, tangkas, berbudi luhur, beradab dan berakhlak mulia. Oleh karena itu para ulama dan ahli panahan di masa lalu menetapkan berbagai kode etik, adab, dan akhlak yang berasal dari syariat Islam yang wajib diterapkan oleh setiap Pemanah Muslim .

Setelah mengetahui 15 adab dan akhlak Pemanah Muslim secara umum, maka berikut adalah adab dan akhlak Pemanah Muslim terhadap para guru, para ahli, para senior dan rekan-rekannya sesama pemanah yang dirangkum dari berbagai kitab panahan peradaban Islam.

Adab dan Akhlak terhadap Guru, Ahli, Senior:

1. Rendah hati dan hormat dalam bersikap kepada guru, ahli, dan senior.

2. Sopan dan ramah dalam berbicara kepada guru, ahli, dan senior.

3. Memahami kebiasaan, adat istiadat, tata krama, perilaku keseharian maupun tata cara pelatihan guru, ahli, dan senior, serta berusaha menyesuaikan diri terhadap hal-hal tersebut.

4. Selama proses pelatihan, seorang pelajar harus menemui dan meminta nasihat pada para guru, ahli, dan senior.

5. Secara teratur, ia harus menyaksikan bagaimana para pemanah kelas atas memanah tanpa turut memanah juga dan berusaha keras untuk menyerap hal-hal baik dari apa yang ia lihat maupun dari pembicaraan-pembicaraan mereka.

6. Seorang pelajar baru boleh bergabung dan memanah bersama dengan para ahli dan senior apabila telah dianggap layak oleh mereka, setelah mereka melihat dan menilai tingkat kemahiran yang ditunjukkannya.

Adab dan Akhlak terhadap Rekan sesama pemanah

1. Pada saat melakukan kegiatan memanah bersama-sama, pemanah tidak boleh terlalu sering melihat pada rekannya.

2. Pada saat melakukan kegiatan memanah bersama-sama, pemanah tidak boleh mengganggu rekannya.

3. Pada saat melakukan kegiatan memanah bersama-sama, pemanah tidak boleh mengalihkan perhatian rekannya dengan cara apapun seperti mengajak berbicara atau semisalnya.

4. Tidak boleh mencela kesalahan-kesalahan rekannya atau menertawakannya, karena jika seseorang melecehkan saudara sesama Muslim karena suatu kemalangan, maka hal yang sama akan berbalik pada dirinya. Rasulullah   bersabda, “Janganlah kalian menyakiti kaum Muslimin dan janganlah melecehkan mereka dan janganlah mencari-cari kesalahan-kesalahan mereka (HR At Tirmidzi).”

5. Pemanah, dan tentunya setiap Muslim dan Mukmin, harus lebih memperhatikan kesalahan dirinya sendiri dibanding mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain.

6. Banyak memuji Allah serta tidak boleh dengki dan iri hati terhadap keberhasilan rekan sesama pemanah.

7. Tidak boleh meremehkan keberhasilan pemanah lain dengan mengatakan, “Lumayan juga untuk seorang yang bukan pemanah sejati!” atau, “Itu suatu kebetulan!” Perilaku seperti ini adalah perilaku orang rendahan dan jahil yang tidak paham tentang kehidupan dan tidak mempunyai pengalaman nyata dalam menangani sesama manusia maupun berbagai urusan lainnya.

Semoga Bermanfaat

#akhlakdanadabpemanah
#islamicarchery
#sunnahmemanah
#panahandarisumberislam
#muslimarcher
#furusiyah
#jiwakesatria

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Jumat, Juni 10, 2016

Adab dan Akhlak Seorang Pelajar Ilmu Panahan

Ustadz Jamal In Action


Adab dan akhlak seorang pelajar ilmu panahan berdasarkan kitab Al Ghuyah Al Murami

1.      Mempersiapkan diri untuk belajar dan memposisikan diri sebagai pelajar.

2.      Rendah hati, mendengar dengan saksama, dan mematuhi apa-apa yang mendatangkan rida Allah serta Rasulullah.

3.      Memperhatikan dan menguasai secara teliti dasar-dasar panahan dan pengetahuan penting lainnya yang disampaikan oleh guru memanah.

4.      Menguasai secara menyeluruh dasar-dasar panahan dengan sempurna melalui pelatihan yang keras dan teratur.

5.      Bertekad kuat untuk mampu menarik busur dengan sempurna dan mencapai akurasi di jarak yang jauh.

6.      Bertekad kuat untuk menguasai cara menarik busur hingga anggota tubuhnya menjadi kuat untuk memanah sehingga tidak akan menyalahi berbagai kaidah dasarnya.

7.      Menjadi bijaksana dengan berlatih secara sabar, tekun, dan gigih.

8.      Berlatih secara keras, banyak, dan teratur sebagai kewajiban seorang pelajar ilmu panahan.

9.      Tidak meniru-niru seorang ahli panahan tanpa memiliki pengetahuan dasar-dasar panahan karena dengan demikian ia secara tidak sadar telah menyalahi kaidah dasar tersebut.

10.  Tidak boleh berbangga diri, merendahkan, dan memancing-mancing jika ia mengungguli orang lain.

11.  Bersikap santun, perbanyak berdiam diri, serta berperilaku baik jika ia mengungguli orang lain.

12.  Tidak mencela diri sendiri, busur, anak panah, rekan, guru, atau siapapun atas segala kegagalan dalam memanah, melainkan ia harus mencari tahu kesalahan-kesalahannya dan berusaha memperbaikinya.

13.  Memahami syariat Islam tentang perlombaan, bertaruh, dan memanah yang shahih sehingga ia dapat membedakan mana yang halal dan yang haram.

14.  Memahami aturan dan regulasi berbagai perlombaan memanah yang umum diselenggarakan.

15.  Kemauan untuk selalu menuntut ilmu dan belajar meskipun sudah berusia tua, karena ahli panahan berkata bahwa berapapun banyaknya pengetahuan tentang memanah yang dikuasai seseorang dan berapapun panjang usianya, ia tidak akan pernah menguasai seluruh ilmu panahan dengan sempurna.

By: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Selasa, Juni 07, 2016

Keutamaan Berjalan Di Antara Dua Target Panahan

KEUTAMAAN BERJALAN DIANTARA DUA TARGET, DAN INILAH YANG DIKERJAKAN OLEH PARA PENDAHULU ISLAM

Telah diriwayatkan oleh Ath Thabrani dari hadits Sa'id bin Musayyib dari Abu Dzar dia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

"Barangsiapa yang berjalan antara dua target; dia mendapatkan dalam setiap langkahnya satu kebaikan."

Ibrahim At Taimi berkata: dari bapaknya: "Aku melihat Hudzaifah berlari diantara dua target di Mada`in dengan memakai baju gamis."

Al Auza'i berkata: dari Bilal bin Sa'id: "Aku bertemu kaum yang berlari diantara beberapa target, dan saling tertawa, lalu ketika malam tiba mereka menjadi rahib-rahib."

Mujahid berkata: "Aku melihat Ibnu 'Umar berlari diantara dua target, dan dia berkata: "Aku bersama dengannya." (yaitu: bersama Sunnah Nabi saw)

Dan telah kami kedepankan tadi bahwa 'Uqbah bin 'Aamir pernah berlari antara dua target sedangkan dia telah tua renta."

~Al Furusiyyah, Ibnul Qoyyim

By: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Rabu, Juni 01, 2016

Imam Mazhab Panahan Dalam Peradaban Islam



Mumpung masih pagi dan pikiran cerah, nambah wawasan ttg biografi ahli panahan peradaban Islam dari kalangan imam mazhab panahan...

Sesungguhnya ada sekitar 10 imam panahan yang terkenal yg hidup dari abad ke 8 hingga 10, tapi yg paling terkenal adalah 4 org yg akan disebutkan berikut:

Abu Hashim Al Mawardi (wafat paruh pertama abad ke-8)

Beliau berasal dari Khorasan, berpostur tinggi, tungkai2 panjang, rentang tangan panjang, leher panjang. Mazhab panahannya seperti panahan Persia Sasaniyah dan berbasis panahan infantri dan menembak jarak jauh. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan langsung dari sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu'anhu.

Thahir Al Balkhi (wafat paruh kedua abad ke-8)

Beliau berasal dari Kota Balkh di Khorasan, berpostur pendek, tungkai2 pendek, rentang tangan pendek, tangan gempal, leher pendek, jenggot panjang. Mazhabnya adalah panahan Khorasan yang merupakan perpaduan panahan Arab dan Persia, berbasis panahan berkuda dan panahan infantri. Diriwayatkan bahwa beliau mendapatkan ilmu panahan dari seorang putri sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu'anhu.

Ishaq Ar Raqqi (wafat paruh pertama abad ke-9)

Beliau berasal dari Kota Raqqah di Irak utara yang pernah menjadi ibukota Khalifah Abbasiyah, Harun Ar Rasyid. Berpostur sedang. Mazhabnya adalah hasil pengembangan panahan Abbasiyah yang mengambil jalan pertengahan antara Mazhab Abu Hashim dan Mazhab Thahir. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan dari Abu Hashim Al Mawardi.

Abdurrahman Ath Thabari (wafat paruh kedua abad ke-9)

Beliau berasal dari wilayah Thabaristan di utara Persia. Beliau seorang keturunan Arab yang nenek moyangnya hijrah ke Thabaristan. Beliau berkelana menuntut ilmu panahan di Irak dan Khorasan. Mazhabnya disebut Mazhab Ikhtiyariyah (pilihan), karena menggunakan pendekatan memadukan teknik-teknik Mazhab Abu Hashim, Thahir, dan Ishaq, kemudian memilih elemen-elemen teknik yang paling cocok bagi diri seseorang berdasarkan postur tubuh dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan dari putra-putra Abu Hashim.

Merupakan suatu adab para pemanah muslim semenjak zaman dahulu, bahwa ketika hendak berlatih atau memulai kegiatan memanah, setelah bersalawat pada Nabi, mereka turut mendoakan para pemanah dari kalangan sahabat: Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu Thalhah Al Anshari, Qatadah bin An Nu'man, Uqbah bin Amir Al Juhani, dsb... dan juga turut mendoakan para imam panahan tersebut, serta para mujahidin dan syuhada' dari kalangan pemanah...

By Irvan Pani
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Rabu, Mei 25, 2016

Istilah-Istilah Teknik Memanah Peradaban Islam


Horsebow by Khan Shab 

Dalam berbagai kitab panahan peradaban Islam yang umumnya menggunakan Bahasa Arab, lazim disebut berbagai prinsip-prinsip memanah sebagai berikut:


  1. Menggenggam gagang busur dengan tangan kiri - Qobdhoh (القبضة).
  2. Mengepalkan tangan kanan dalam teknik thumbdraw - Qoflah (القفلة) atau Mengunci tali busur - Aqd (العقد).
  3. Mengaitkan anak panah ke tali busur - Tafwiq (التفويق).
  4. Membidik sasaran - I'timad (الاعتماد) atau Melihat - Nadzor (النظر).
  5. Menarik busur - Mad (لمد).
  6. Melepaskan anak panah - Iflat (الافلات) atau Membebaskan - Ithlaq (الاطلاق).
  7. Gerakan ikutan - Fathah (فتحه).
  8. Cara berdiri - Intishob (الانتصاب).
  9. Memasang tali busur - Iytar (الايتار).

Dan sebagainya...
Selayaknya diperkenalkan kembali dan dilestarikan...
‪#‎islamicarchery‬
‪#‎terminology‬
‪#‎islamichistory‬
‪#‎warisanumat‬
‪#‎belajarmemanahdarisumberperadabanIslam‬

Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)