Tutorial Memanah

Memanah olahraga tradisional yang akan terus ada hingga akhir zaman.

Tampilkan postingan dengan label Teknik Memanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Memanah. Tampilkan semua postingan

Senin, September 11, 2017

Teknik Dasar Memanah Horsebow Seri 1



Teknik dasar memanah dengan menggunakan horsebow yang wajib diketahui oleh pemanah pemula yang ingin menekuni olahraga ini dengan baik. Dengan memahami teknik dasarnya, maka kita akan mempunyai kemampuan yang lebih baik jika mendalaminya lebih lanjut.

Belajar memanah merupakan salah satu kegiatan olah raga yang sangat menyenangkan. Selain karena memanah adalah olah raga yang disunnahkan, manfaat dari aktifitas ini juga sangat bagus sekali. Apalagi jika kita sudah rutin menjalankannya.

Memanah... secara sekilas memang terlihat mudah, tinggal pasang anak panah, tarik stringnya, lalu tembakkan. kena!

Begitu kah?

Hmmm ternyata tidak. Memanah membutuhkan koordinasi otot-otot, konsentrasi pikiran dan ketenangan hati. Sehingga memanah harus dilatih secara rutin dan konsisten untuk mendapatkan ketepatan bidikan yang mantap.

Nah.. kali ini saya ingin sedikit berbagi tips dasar belajar memanah untuk pemula, agar bisa memanah dengan baik.

  1. Gunakan busur yang pas, jangan yang terlalu berat, namun tidak pula terlalu ringan.
  2. Gunakan anak panah yang sesuai, baik panjangnya, maupun ukurannya.
  3. Memanahlah pada jarak dekat dulu. 5-10 meter
Silakan Disimak Vidoenya...


Senin, Februari 13, 2017

Rekor Dunia Memanah Tercepat Dengan Arrow Dari Quiver

Cozmei Mihai

Rekor dunia memanah tercepat dengan arrow di quiver, saat ini dipegang oleh master archer Cozmei Mihai. Dengan menggunakan quiver yang di desain secara khusus sehingga bisa menambah kecepatan saat mencabut arrow dari quiver dan memasang arrow di string busur.

Rekor kali ini, Cozmei Mihai membukukan 10 tembakan anak panah dalam waktu 15,1 detik saja. Sehingga rata-rata 1 tembakan anak panah hanya memerlukan waktu 1,5 detik saja.

Mari kita saksikan bersama-sama :)




Btw... beberapa pemanah di Indonesia yang saya jumpai videonya, rata-rata paling cepat sekitar 2 detik sekali tembakan anak panah. Hmm... pemanah-pemanah kita ternyata sudah mulai mengejar dalam senyap. ;) 

Kamis, Juli 21, 2016

Tahukah Anda Keahlian Dasar yang Wajib Dimiliki Pemanah Berkuda?

Kang Roy :)


Dalam dunia panahan instinctive yang mengandalkan memory otot serta insting ketika melesatkan anak panah, ada satu keahlian dasar yang wajib dimiliki oleh seorang pemanah berkuda. Hal ini berdasarkan penelitian oleh bang Irvan Pani Abu Aqilah.

Apakah keahlian dasar itu? Mari kita simak...

#
Kecepatan memanah pasukan Seljuk: Pasukan pemanah berkuda Seljuk dapat memanah 12 anak panah dalam 1 menit, saking epatnya hingga anak panah pertama sampai di target, anak panah kedua masih melayang dan anak panah ketiga sudah terkait di tali busur dan siap ditembakkan.

William of Tyre meriwayatkan bahwa Pasukan Seljuk mampu memanah dengan epat hingga membuat langit gelap dengan anak panah. Ketika barisan pertama sudah mengosongkan quivernya, maka barisan kedua menyusul dengan tembakan yang sangat cepat.

Hal ini sesuai dengan rukun memanah yang kita pelajari: CEPAT, TEPAT, KUAT, SELAMAT.

note: William of Tyre ini adalah seorang pendeta Eropa yang lahir di Yerusalem, hidup dan mati di Palestina. Terkenal sebagai seorang penulis sejarah/riwayat selama perang salib.

Tanya: Apakah Pasukan Salib juga ada yang menggunakan horsebow?

Jawab: Orang Eropa pake longbow dan teknik 3f.

#Dinukil dari diskusi di group WA Pecinta Horsebow - KPBI
Tanggal 20 Juli 2016


Berikut ini contoh Fast Shooting dari saya :)



Jika melihat kemampuan dasar di atas, maka harus bisa memanah 10 anak. Di video ini, saya berhasil melesatkan 7 anak panah dalam 25 detik, memang sih... bisa lebih dari 12 anak panah dalam 1 menit, tapi masih ada yang kurang... Masih harus banyak belajar dan berlatih, ritmenya kurang bagus, kadang cepat kadang lambat.

Bagi archer yang memiliki video tentang memanah cepat, kirimkan ke saya ya, atau upload di youtube lalu kopi linknya disini. Kita belajar bareng-bareng :)


Jumat, Juli 15, 2016

Apa yang Dimaksud dengan Instinctive Archery



Tanya:
Apa yang di maksud dengan instinctive Archery?
Atas jawaban nya.. Jazakallahu Khairan

Jawaban:
Jadi dlm kitab2 panahan peradaban Islam, yg dimaksud dgn membidik adalah membidik secara instinctive

Makanya biasanya di taro di bab2 akhir krn sulit, gak langsung bisa , butuh pembiasan, spt org lempar batu, atau david beckham nendang bola dari luar kotak pinalti, atau pemaen basket NBA three point

Semuanya pure insting via muscle memory

Walopun di kitab2 disebutkan tahapan2 proses "membidik" dari mulai mengarahkan, melihat, memandang dll

Tp pada akhirnya membidik itu insting dan muscle memory

Apalagi arrow di kanan, ketika sudah full draw... ujung arrow ilang dari pandangan

Gmana ngarahinnya? Ya insting lah yg berbicara.. intinya secara singkat... memanah insting dlm konteks horsebow adalah hanya ada: target, kepalan tangan kiri, memori otot, keyakinan dalam hati, dan tawakal 'alallah

Dlm ilmu2 kuno, biasanya intisari dari suatu ilmu itu tersimpan dalam syair, pantun, atau kalimat2 simbolisme berupa kias atau analogi yg memudahkan utk memahami secara mendalam.

Kitab panahan mamluk berjudul Al Ghunyah Al Marami itu berupa syair2 terdiri dari 142 bait tentang intisari prinsip2 memanah Islam.

Ada kitab lain yg berupa syair sebanayak 250 an bait, Dlm bahasa arab puitis yg sempurna.

Diskusi via group wa Pecinta Horsebow - KPBI tanggal 27 Juli 2016.
Pertanyaan dijawab oleh Irvan Pani, Ketua KPBI.

Kamis, Juni 23, 2016

Tutorial: Teknik Memegang Busur Berdasarkan 3 Mazhab Besar Panahan

Gambar 1, Anatomi Tangan

Gambar 2, Postur Teknik 30

Mazhab Abu-Hāshim memegang gagang dengan kemiringan yang akut (acute obliqueness), dengan menempatkannya di antara lekukan yang terbentuk oleh sendi kedua jari-jari telunjuk, tengah, manis dan kelingking tangan kiri serta yang terbentuk oleh sendi ketiganya, sementara ujung atas gagang menyentuh dasar jempol kiri dekat dengan ruas keduanya, dan ujung bawah gagang terletak pada suatu titik dengan jarak selebar satu setengah atau dua jari dari pergelangan tangan. Lalu tekankan otot-otot penggerak kelingking/hypothenar eminence (Lihat Gambar 1) pada gagang, kencangkan genggaman kelingking sekencang mungkin, lalu jari manis sedikit kurang dari kelingking, lalu jari tengah sedikit kurang dari jari manis, lalu jari telunjuk sedikit kurang dari jari tengah, sedangkan jempol tetap lepas dan berada baik di depan gagang maupun di belakangnya.

Metode ini diikuti oleh Orang Persia, terutama oleh para pemanah seperti Shāpūr dhu’l-Aktāf dan Bahrām Gur (keduanya adalah Raja Persia), dan oleh lainnya.

Mazhab Ṭāhir memegang gagang busur dengan seluruh telapak tangannya dengan lurus, tekanan diberikan pada gagang yang berasal dari kedua otot-otot penggerak jempol/thenar eminence (Lihat Gambar 1) dan otot-otot penggerak kelingking. Bahkan, ia biasa meletakkan gagang busur pada sendi dasar jari kelingking, manis, tengah dan telunjuk tangan kirinya dan menggenggamnya secara lembut dengan kelima jari-jemari setelah mendorong daging pada bagian dasar jari-jemari menuju bagian tengah telapak tangan, menempatkan ujung atas gagang di antara kedua ruas jempol, dan ujung bawah dalam lekukan antara kedua otot eminence. Lalu kencangkan genggaman hingga ujung jari-jemarinya memerah, dan tekankan pergelangan pada gagang dengan keras.

Mazhab Isḥāq memiliki kebiasaan menerapkan metode pertengahan di antara kedua metode memanah kedua pakar sebelumnya. Di mana mazhab ini meletakkan gagang pada sendi dari ruas kedua jari-jemari tangan kiri, sementara ujung atas gagang diletakkan pada ruas kedua jempol dan ujung bawahnya terletak pada telapak tangan dengan jarak selebar satu jari dari tulang pergelangan. Lalu jari kelingking, jari manis dan jari tengah tangan kiri dikencangkan dengan sangat erat, sedangkan jari telunjuk dibiarkan tetap longgar dan terletak di depan gagang maupun di belakangnya. Pengaturan jari-jemari ini mengikuti teknik 30 (Lihat Gambar 2) yang merupakan metode terbaik dalam memegang gagang busur.

Gambar 1: Anatomi Tangan
Gambar 2: Postur Teknik 30

Sumber: Kitab fi Bayan Fadl Alqaws Wassahm Waauwsufihima dan Kitab Ghunyah AthThulab fi Ma'rifat Rami AnNushab

Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Senin, Juni 20, 2016

Tutorial: Beberapa Teknik dan Cara Berdiri Ketika Memanah

Teknik Berdiri

Dalam khasanah memanah Daulah Islamiyah / Timur Tengah terdapat tiga cara berdiri:

Yang pertama adalah berdiri dengan menyamping di mana sasaran sejajar dengan bahu kiri dan kedua kaki berjarak sepanjang lengan bawah sang pemanah, ini adalah posisi berdiri dari Mazhab Abu Hashim Al Mawardi

Yang kedua adalah berdiri dengan frontal di mana sasaran diletakkan tepat di tengah kedua mata dan kedua kaki berjarak selebar telapak tangan sang pemanah, ini adalah posisi berdiri dari Mazhab Tahir Al Balkhi

Yang ketiga adalah berdiri dengan posisi pertengahan antara menyamping dan frontal di mana sasaran sejajar dengan mata kiri dan kedua kaki berjarak selebar satu jengkal sang pemanah, ini adalah posisi berdiri dari Mazhab Ishaq Ar Raqqi

Penggunaan Teknik Berdiri

Pentingnya mempelajari ketiga posisi berdiri ini adalah dalam rangka menghadapi berbagai kondisi dan situasi yang tidak terduga sehingga dapat tetap memanah dengan baik dalam posisi apapun, seperti contohnya:


  • Posisi menyamping cocok bagi seseorang yang sedang mendaki bukit atau gundukan/anak bukit atau tanah yang tinggi, karena kedua kakinya akan sesuai dengan posturnya yang sedang menanjak atau menuruninya, dan jika ia tergelincir karena sebuah batu, maka ia masih dapat bertumpu pada kaki kanannya.
  • Posisi frontal baik untuk target jarak dekat, menembak trik, dan penggunaan busur yang lemah, karena dapat memberikan akurasi yang baik.
  • Posisi pertengahan cocok untuk peperangan karena memberikan proteksi yang baik dan keleluasaan dalam menggunakan perisai, berburu karena memudahkan persembunyian atau saat mengendap, serta berbagai kepentingan lainnya.


Sumber: Kitab fi Bayan Fadl AlQaws Wassahm Waawsufihima dan Kitab Ghunyah AthThullab fi Ma'rifat Rami AnNushab

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Minggu, Juni 19, 2016

Prinsip, Cabang, Rukun Panahan dan Sifat yang Harus Dimiliki Seorang Pemanah



Prinsip Panahan Dari Para Ahli Panahan (Hal-Hal Yang Harus Dikuasai Oleh Seorang Pemanah)

Menurut:
Abu Hashim Al Mawardi (abad 8 Masehi):
  1. Cara memegang busur (Bahasa Arab: qabḍah),
  2. Cara mengepal/kuncian (qaflah),
  3. Cara membidik (i‘timad),
  4. Cara melepaskan (iflat).

Thahir Al Balkhi (abad 8 Masehi):

  1. cara memegang busur,
  2. cara mengepal,
  3. cara membidik,
  4. cara memasang anak panah pada tali busur (tafwiq)
  5. cara melepaskan.

Ishaq Ar Raqqi (abad 9 Masehi):

  1. cara berdiri dengan menyamping di mana sisi badan menghadap target sehingga target menjadi sejajar dengan mata kiri,
  2. cara memasang tali busur,
  3. cara memasang anak panah pada tali busur,
  4. cara mengepal,
  5. cara memegang busur, 
  6. cara membidik,
  7. cara menarik busur dengan dijangkar di sekitar mulut,
  8. cara menjadikan mata panah berada pada ruas kedua jari jempol kiri,
  9. cara melepaskan,
  10. cara membuka tangan dari posisi menggenggam.

Abu Ja‘far Muhammad bin Al Hasan Al Harawi (abad 9 Masehi):

  1. cara memasang tali busur,
  2. cara memasang anak panah pada tali busur, 
  3. cara mengepal,
  4. cara memegang busur, 
  5. cara menarik busur,
  6. cara membidik,
  7. cara melepaskan.

Taybugha Al Ashrafi Al Baklamishi Al Yunani (abad 14 Masehi):

  1. cara memegang busur,
  2. cara mengepal,
  3. cara menarik busur,
  4. cara melepaskan,
  5. cara membidik, 
  6. cara memasang anak panah pada tali busur

B. Cabang Panahan (Hal-Hal Yang Membantu Menyempurnakan Keahlian Memanah)


  1. menarik busur dengan seimbang dan mantap,
  2. terkait kapasitas dari busur,
  3. terkait kapasitas tali busur,
  4. terkait kapasitas takikan anak panah yang dikaitkan pada tali busur,
  5. terkait kapasitas dari anak panah, 
  6. terkait daya lontar busur,
  7. terkait kemampuan memanah pada saat mengenakan pakaian perang secara lengkap,
  8. terkait keahlian memanah secara akurat, 
  9. terkait dampak kerusakan yang diderita oleh sasaran.


C. Rukun Panahan


  1. kecepatan,
  2. kekuatan,
  3. akurasi, dan
  4. perhatian terhadap pertahanan diri

Taybugha mengatakan rukun panahan ada 5:

  1. akurasi,
  2. daya hancur,
  3. kemampuan menembak jarak jauh,
  4. kecepatan, 
  5. perlindungan diri

D. Sifat Pemanah

Kesabaran dan kewaspadaan serta hal-hal yang menjadi prinsip-prinsip akhlak seorang Faris/Ksatria menurut Ibn Akhi Hizam seperti:


  1. Sikap takwa dan patuh kepada Allah,
  2. Sikap berani dan hati-hati, 
  3. Sikap penuh pertimbangan dan perhitungan yang presisi,
  4. Sikap sopan santun dan menghormati tata krama,
  5. Sikap sabar,
  6. Sikap tabah,
  7. Sikap hormat terhadap tugas dan tanggung jawab,
  8. Sikap rendah hati dan dermawan, dan
  9. Kemampuan untuk mengatasi rasa takut.

E. Para Ahli Panahan

Para ahli panahan yang terdokumentasi:

  1. Shapur II Dzul Aktaf (Raja Persia Sasaniyah abad 4 Masehi)
  2. Bahram Gur (Raja Persia Sasaniyah abad 5 Masehi)
  3. Sa'ad bin Abi Waqqash rodhiyallahu'anhu (dari Hijaz, abad 7 Masehi)
  4. Abu Thalhah rodhiyallahu'anhu (dari Hijaz, abad 7 Masehi)
  5. Abu Hashim Al Mawardi (jaman Kekhalifahan Umawiyah awal abad 8), 
  6. Thahir Al Balkhi (dari Kota Balkh di Khurasan, jaman Kekhalifahan Abbasiyah akhir abad 8), 
  7. Ishaq Ar Raqqi (dari Kota Ar Raqqah di Iraq, jaman Kekhalifahan Abbasiyah awal abad 9),
  8. Abu Ja‘far Muhammad bin Al Hasan Al Harawi (dari Kota Herat, jaman Kekhalifahan Abbasiyah abad 9)
  9. Abu Muhammad Abdurrahman Ath Thabari (dari Thabaristan, jaman Kekhalifahan Abbasiyah abad 9)
  10. Taybugha Al Ashrafi Al Baklamishi Al Yunani (dari jaman Kesultanan Mamluk di abad 14 Masehi)
  11. Dan sebagainya...


Sumber: Kitab Fi Bayan Fadhl... dan Kitab Ghunyah...

oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Pemanah Berkuda Indonesia)

Rabu, Maret 23, 2016

Kisah Pemanah Di Perang Uhud, Rahasia Hikmah Yang Terungkap!

Perang Uhud, salah satu perang besar yang terjadi antara kaum muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan kaum musyrikin Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb (yang ketika itu masih kafir). Perang ini merupakan perang yang dahsyat, bagaimana tidak... kaum musyrikin Makkah rela menempuh perjalanan sejauh 450KM (berjalan dari Makkah ke Madinah) untuk menghabisi kaum muslimin.

Di pertempuran ini pula terbunuh Singa Allah Hamzah Bin Abdul Muththalib, paman dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Perang ini terjadi di sekitar bukit Uhud di luar kota Madinah, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam mengatur posisi pasukan dengan membelakangi Uhud dan menghadap Madinah, sehingga pasukan musuh berada di tengah kaum muslimin dan Madinah.


Jabal Rumat, foto diambil dari lokasi perang Uhud

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menunjuk satu detasemen yang terdiri 50 dari pemanah ulung yang dikomandani oleh Abdullah bin Jubair, pasukan ini diposisikan di Jabal Rumat / Jabal Ainain, sekitar 150 meter dari pasukan kaum Muslimin. Karena pentingnya posisi pemanah ini, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda kepada mereka: "Lindungilah kami dengan anak panah, agar musuh tidak menyerang kami dari arah belakang. Tetaplah di tempatmu, entah kita di atas angin atau pun terdesak, agar kita tidak diserang dari arahmu."

Beliau juga bersabda: "Lindungilah punggung kami. Jika kalian melihat kami sedang beretempur, maka kalian tidak perlu membantu kami. Jika kalian melihat kami telah mengumpulkan harta rampasan, maka janganlah kalian turun bergabung bersama kami."

Al-Bukhori meriwayatkan: Beliau bersabda:"Jika kalian melihat kami disambar burung sekalipun, maka janganlan kalian meninggalkan tempat itu, kecuali ada utusan yang datang kepada kalian. Jika kalian melihat kami dapat mengalahkan mereka, maka janganlah kalian meninggalkan tempat, hingga ada utusan yang datang kepada kalian."

Akan tetapi tatkala pasukan kaum muslimin hampir meraih kemenangan dan pasukan pemanah melihat orang-orang muslim sudah mengumpulkan harta rampasan dari pihak musuh, mereka pun dikuasai egoisme kecintaan terhadap duniawi. 40 pemanah melanggar perintah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam dan turun ke lembah Uhud untuk ikut mengumpulkan harta ghanimah. Hingga tertinggal 10 pemanah saja di Jabal Rumat.

Dalam kondisi ini, situasi berbalik hingga kaum muslimin terjepit dan kocar-kacir hingga hampir-hampir Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam terbunuh.

Akan tetapi dalam pertempuran selanjutnya, kaum muslimin yang dipimpin Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam mampu membalikkan keadaan hingga menguasai pertempuran, meskipun banyak sekali para sahabat yang gugur demi menyelamatkan beliau.

Jabal Uhud
Melihat begitu sengitnya pertempuran antara dua kekuatan besar saat itu, serta dengan menganalisa jalannya pertempuran, maka akan banyak sekali pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil. Salah seorang penggiat panahan tradisional sekaligus ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia) Irvan Pani Abu Aqilah meringkasnya menjadi beberapa poin.

Hikmah yang bisa kita pelajari dari Perang Uhud:

  1. Bahwa pemanah wajib sabar; tidak boleh tergesa-gesa, grasa-grusu, sradak-sruduk, tidak boleh terlalu cepat mengambil kesimpulan.
  2. Bahwa pemanah wajib waspada dan awas; tidak boleh lalai, lengah, terhanyut, apalagi terhasut.
  3. Bahwa pemanah wajib istiqomah taat dan bersikap amanah pada tugas yang dibebankan padanya.
  4. Bahwa pemanah harus cerdas dan cerdik, memiliki rasio, logika, dan penuh perhitungan dalam setiap tindakannya dan paham atas konsekuensi dari semua tindakannya tersebut.
  5. Bahwa dalam pemikiran dan perbuatan pemanah harus memprioritaskan apa-apa yang penting menurut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, terutama sunnah-sunnah beliau.
  6. Bahwa hati pemanah harus selalu berzikir mengingat Allah Yang Berkuasa atas setiap aktivitas panahan (QS Al Anfal ayat 17: wamaa ramayta idz ramayta walaakinna Allaaha ramaa) sehingga tidak mudah tergoda oleh fitnah dunia.

Dari segi teknis, melihat posisi Jabal Rumat dan pasukan kaum muslimin, maka para pemanah terdahulu mampu menembakkan anak panah sejauh 150 meter untuk menghalau detasemen musuh yang dikomandani oleh Khalid bin Walid.

Melihat jarak panahan yang begitu jauh (150 meter), tentunya membuat kita harus semakin giat berlatih untuk menajamkan insting memanah kita. Lebih dari itu, kita membutuhkan sarana panahan yang terbaik, dari tekniknya, busurnya serta anak panahnya, quiver dan sebagainya.

Bagaimana dengan anda? Sudah latihan hari ini?

Rabu, Maret 02, 2016

Penyebab Anak Panah Tidak Melesat Lurus Ketika Dilepaskan



Hal yang sering terjadi pada saat seorang pemanah melepaskan anak panah adalah tidak lurusnya anak panah ketika melesat lari dari busur. Anak panah meliuk-liuk seperti naga dan akhirnya tidak bisa menancap dengan tegak lurus di papan target. Hal ini lebih terlihat ketika kita mengambil jarak tembak yang lebih jauh, biasanya mulai terlihat pada jarak tembak 15-20 meteran.

Nah, untuk itu, kita harus mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, sehingga kita bisa menguranginya bahkan menghilangkannya.

Faktor pemanah


  • Tekanan pada nock anak panah oleh dasar jari telunjuk dari semenjak awal menarik hingga saat release; 
  • tali busur bergerak menjauh dari dasar nock selama menarik hingga release; 
  • release yang kurang sempurna; 
  • memanah melawan arah angin; 
  • genggaman tangan yang longgar pada gagang; 
  • kombinasi pemanah yg lemah dan busur yang terlalu lemah.


Faktor busur


  • Ketidakseimbangan antara kedua siyah, 
  • limb bawah yang lebih dominan dari limb atas; 
  • gagang yang bengkok; 
  • limb atas atau limb bawah yang bengkok; 
  • siyah yang tipis dan bengkok; 
  • busur yang terlalu panjang; 
  • busur yang terlalu kuat dan anak panah yang terlalu ringan; 
  • dan busur yang terlalu ringan dan anak panah yang terlalu berat.


Faktor tali busur


  • Tali yang terlalu panjang; tali yang terlalu tebal dan nock yang terlalu sempit; 
  • tali yang terlalu tipis dan nock yang terlalu lebar; 
  • ketidakseimbangan ukuran mata tali busur, yang satu terlalu kecil dan yang lainnya terlalu besar; 
  • kedua mata tali yang terlalu besar; 
  • tali bagian atas lebih tebal dan tali bagian bawah lebih tipis, 
  • tali bagian atas lebih tipis dan tali bagian bawah lebih tebal; 
  • dan tali terlalu ringan bagi busur


Faktor anak panah


  • Ketidakseimbangan berat masing-masing bulunya; 
  • beberapa bulu terlalu tinggi dan beberapa lainnya terlalu rendah; 
  • bulu terlalu banyak; 
  • bulu terlalu sedikit; 
  • beberapa bulu yang rontok; 
  • nock terlalu besar; 
  • retak atau lubang pada shaft; 
  • shaft yang terlalu berat dan mata panah yang terlalu ringan; 
  • shaft yang terlalu ringan dan mata panah yang terlalu berat; 
  • anak panah yang bengkok; 
  • mata panah yang terlalu ringan dan terlalu banyaknya bulu; 
  • mata panah yang terlalu berat dan bulu yang terlalu sedikit.
Dengan mengetahui faktor penyebab larinya anak panah tidak lurus alias meliuk, maka setidaknya kita bisa memperbaiki teknik dan alat agar menghasilkan tembakan yang lurus dan bagus.

Ketua KPBI, Komunitas Panahan Berkuda Indonesia

Jumat, Desember 11, 2015

Teknik / Cara Memanah Dengan Menggunakan Back Quiver

Teknik / cara memanah dengan menggunakan back quiver hendaknya menjadi salah satu keahlian para pemanah. Karena back quiver ini cukup efektif untuk membawa anak panah dalam jumlah yang banyak tanpa merepotkan diri kita sendiri.

Bentuk dan bahan pembuatan back quiver sendiri ada banyak macamnya, yang paling murah dan mudah di dapat, anda bisa menggunakan potongan paralon / pipa PVC dengan diameter 2,5". Potong sepanjang 50-60 cm, kemudian beri pengikat / sabuk untuk membawanya.

Sedangkan untuk mereka yang tidak hanya sekedar membawa anak panah, tapi juga sedikit bergaya, gunakanlah quiver dari bahan kulit sapi. Karena disamping bisa membawa anak panah hingga 2 lusin, quiver kulit sapi ini juga enteng dan pas di punggung.

Dibutuhkan latihan yang kontinyu untuk melatih insting dan tangan kita ketika mengambil anak panah dari back quiver. Selain itu, diperlukan juga kecepatan dan ketepatan waktu sesaat setelah anak panah keluar dari quiver untuk ditembakkan.

Berikut ini video yang saya buat sebagai pembelajaran untuk kita semua mengenai teknik memanah dengan busur horsebow, dengan anak panah di back quiver.



Perlengkapan yang saya pakai di dalam video tersebut:
  1. Busur buatan sendiri dengan berat tarikan hanya 20#
  2. Back Quiver For Hunter dari kulit sapi asli.
  3. Kaos tangan semi kulit, untuk pelindung jempol kiri
  4. Cow Leather Thumbring
  5. Ikat kepala, biar keliatan macho :)
Perlu diketahui juga, jarak tembak ke sasaran hanya 4 meter. hihi...

Rabu, November 04, 2015

Cara Memilih Busur Panahan Sebelum Anda Membeli

Jika  Anda ingin memiliki busur panahan yang menurut Anda bagus, maka sebelumnya akan lebih baik jika mengetahui beberapa hal mendasar tentang busur tersebut.



Hal ini untuk menghindari kekecewaan setelah anda mengeluarkan uang dari saku celana. dan setidaknya Anda memiliki sedikit gambaran mengenai busur yang sesuai dengan kebutuhan anda.



Hal-hal yang minimal harus diketahui dan ditanyakan dalam memilih horsebow:
1. Draw Weight, untuk mencocokkan kekuatan busur dengan kekuatan pengguna. Pemula harus menggunakan draw weight yang rendah agar tidak cidera dan frustasi.
2. Maksimum Draw Length, untuk mengetahui jangkauan tarikan agar tidak kelebihan dan mengetahui panjang arrow yang paling sesuai.
3. Braced Height: jarak antara gagang dan tali busur, untuk mengetahui cara memegang gagang yang tepat
4. Lokasi arrow pass dan toleransinya
5. Lokasi nock point dan toleransinya
6. Jarak optimal busur: jarak terjauh arrow masih dapat meluncur dengan lintasan lurus bukan parabolik
7. Jarak maksimal busur: jarak terjauh arrow dilepas dengan sudut 45 derajat
8. Cara memasang dan melepas tali yang paling aman bagi busur
9. Cara menyimpan dan merawat busur dan talinya
10. Titik-titik kritis pada busur yang harus jadi perhatian pengguna dan bagaimana memperlakukannya
Be a smart user jangan asal beli 

By: Irvan Pani Abu Aqilah.
Admin FB grup: 
Semua Tentang Horsebow & Thumb Draw Archery

Senin, Oktober 12, 2015

Definisi Teknik Thumb Draw Dalam Dunia Panahan


Definisi Teknik Thumb Draw

Thumb draw adalah teknik memanah dengan cara menarik tali busur dengan menggunakan jempol kanan, di mana anak panah diletakkan di sisi kanan busur dengan pangkal jempol kiri berlaku sebagai arrow pass (atau sebaliknya jika kidal).

Dalam teknik ini, tali busur dikaitkan pada lekukan sendi jempol, lalu jempol yang sudah dikaitkan tali busur ini dikunci oleh berbagai bentuk kuncian yang membentuk kepalan jari-jemari tangan kanan, sehingga membetuk postur akhir tangan kanan seperti orang sedang mengepal hendak menonjok sasaran.

Teknik thumb draw ini banyak digunakan oleh para pemanah berkuda dikarenakan keunggulan teknis yang ditawarkannya jika digunakan di atas kuda yang sedang berlari kencang.

Teknik thumb draw ini adalah ilmu kuno yang banyak di gunakan oleh kebudayaan-kebudayaan tinggi di wilayah Asia dan Afrika Utara, seperti kebudayaan Mesir kuno di abad 3000 - 2000 sebelum masehi, Bangsa Assyiria di abad 2000 - 600 sebelum masehi, Bangsa Scythia/Saka di abad 600 sebelum masehi beserta bangsa-bangsa di Asia Tengah seperti Bangsa Avar, Baskhir, Kipchak, Hun, Turki, Mongol, Magyar dan sebagainya, Bangsa-Bangsa Persia, Parthia, Bactria, India dan sebagainya, Bangsa Arab dan Dinasti-Dinasti Daulah Islamiyyah semenjak Kekhalifahan Rasyidun, Umawiyah, Abbasiyyah, Ayyubiyyun, Mamluk, Utsmaniyah Turki/Ottoman, Mughal serta kesultanan-kesultanan di Nusantara, Dinasti-Dinasti di China, Dinasti-Dinasti di Korea dan Jepang dan berbagai kebudayaan lainnya...

Mempelajari dan menguasai teknik ini akan membawa kita menjadi bagian dari suatu sejarah yang panjang, semenjak jaman antik dan kuno ketika para raja, kaisar, khalifah dan sultan berkuasa dan ketika para prajurit, ksatria, jawara, pendekar, faris, mujahid merambah berbagai penjuru dunia...

by. irvan pani abu aqilah
admin group Semua Tentang Horsebow & Thumb Draw Archery

Tutorial: Kuncian Tali Busur dan Cara Memegang Gagang Busur

 

Tutorial: Kuncian Tali Busur dan Cara Memegang Gagang Busur

A. Kuncian Tali Busur

Mandal (B. Turki) atau locking atau kuncian kepalan untuk mengaitkan tali busur pada jempol dan melakukan drawing ada 6 jenis dengan kode: 63, 69, 72, 73, 83, 24 sesuai Gambar I. Dari kelima jenis kuncian tersebut saling memiliki kekurangan dan kelebihan serta penggunaannya masing-masing. Tapi kuncian yang paling baik dan paling mudah adalah kuncian 63 dan 69. Kode-kode ini berasal dari kodifikasi sandi angka yang biasa digunakan oleh Orang Arab dan Militer Daulah Islam dahulu.

Kuncian 63: kelingking, jari manis dan jari tengah menekuk dengan ujung2nya menekan daging pada dasar jari yang menonjol. Jempol menekuk di bawah telunjuk lalu telunjuk mengunci jempol dengan kuku jempol terletak pada ruas kedua telunjuk dan ujung jempol menempel pada sisi sendi kedua jari tengah.

Kuncian 69 sama dengan kuncian 63 hanya jari kelingking, jari manis dan jari tengah pada posisi lurus menyandar pada telapak.

Tali busur diletakkan pada sendi pertama jempol.

Kuncian 63 dan 69 ini juga menjadi dasar yang digunakan oleh berbagai Mazhab Panahan dan masing-masing melakukan modifikasi seperti pada Gambar II.

Mazhab Abu Hashim Al Mawardi memodifikasi dengan posisi ruas pertama jempol yang rada miring dengan ujung jempol menempel pada ruas kedua jari tengah, sehingga membuat telunjuk menjuntai.
Mazhab Tahir Al Balkhi memodifikasi dengan posisi jempol sedikit menekan sehingga telunjuk dapat turut menyangkut di tali busur utk membantu menarik.

Mazhab Ishaq Ar Raqqi memodifikasi dengan ujung jari telunjuk sedikit menyentuh tali busur.

B. Cara Memegang Gagang Busur (Gambar III)

Mazhab Abu Hashim Al Mawardi memegang gagang dengan lurus dan anak panah melalui dasar jempol. Modifikasi lain adalah jempol diletakkan di atas jari tengah dan telunjuk menjulur.
Mazhab Tahir Al Balkhi memegang gagang dengan pergelangan tangan yg dibengkokkan ke dalam dan anak panah melalui ruas kedua jempol.

Mazhab Ishaq Ar Raqqi memegang gagang secara pertengahan antara lurus dan pergelangan tangan dibengkokkan dengan ujung telunjuk menyentuk ujung jempol yg ditekuk dan anak panah melalui dasar jempol dan di antara gagang dan sendi jempol.

Cara memegang busur yang dianggap paling baik adalah cara Mazhab Ishaq Ar Raqqi karena paling kokoh, lincah dan aman.

Cc: Mas Arif Abdurrahman, bener ya Pak Adam Swoboda pake teknik mazhab abu hashim



by: irvan pani abu aqilah
admin group ‎Semua Tentang Horsebow & Thumb Draw Archery

Minggu, Agustus 02, 2015

Teknik Memanah Dengan Cepat dan Akurat oleh Cozmei Mihai

Shower Shooting!



Dalam kitab-kitab panahan Timur Tengah (Arab, Persia, Mamluk, Ottoman Turki dll), shower shooting selalu memiliki bab tersendiri. Skill ini menjadi wajib dimiliki kalangan prajurit, ksatria, faris, jawara, pemburu dll, khususnya untuk jarak pendek dan menengah, menjadikannya semacam senjata serbu sub-machine gun jaman dahulu.

Video terlampir menampilkan Master Cozmei Mihai pakar panahan Mamluk yang mampu menembak dengan kecepatan 1,87 detik per anak panah semenjak menarik dari quiver hingga release disertai akurasi yang tinggi.


Diperlukan latihan dengan tekun dan disiplin untuk bisa mendapatkan kecepatan dan akurasi seperti master Cozmei Mihai. Dimulai dari teknik mengambil anak panah dari quiver, memasangnya pada string/tali busur, menarik string hingga release yang clean.

yuk belajar lagi... :)

by. Irvan Pani Abu Aqilah