Tutorial Memanah

Memanah olahraga tradisional yang akan terus ada hingga akhir zaman.

Tampilkan postingan dengan label KONTRIBUTOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KONTRIBUTOR. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 25, 2017

Pengalaman Awal Perkenalan Dunia Panah 2015 (Oleh Eka Dystiant)

Eka Dystiant a.k.a Mikel Stephenson Kuching
Pemanah hura-hura jalur murni.

Awalnya saya tertarik dengan panahan itu kisaran 2 tahunan yang lalu ketika... tiba – tiba... ada bisikan hati... pengen coba... Namun yang saya ketahui mengenai panahan hanyalah organisasi yang bernama PERPANI. Mulai baca ulasan-ulasan di web tentang organisasi tersebut belum menjawab secara tuntas.

Pada waktu itu informasi peralatan pun saya tidak tahu apalagi kelas-kelas, spesifikasi dll. Totally blind. Berangkat dari hobby menembak, saya merasa pede mencoba terjun dengan beberapa asumsi sok tahu (yang kemudian terbukti tak ada yang bener... wkwkwk ).

Cara aman dalam kebingungan adalah mencari teman (yang sama sama bingung juga). Akhirnya saya dan kolega hobby menembak saya pak Zainal Sarifudin nekat menghubungi penjual alat-alat panahan. Namanya pak Heri Seno Aji (belakangan baru tahu beliau adalah teman pak Teguh M Arifin). Waktu fase awal-awal ini pak Satrio Wibowo (sang juara) masih sibuk dengan dunia hobi VAPE jadi belum tau soal panahan ini. Dengan modal ‘sok tahu’ kami mulai bertanya-tanya spesifikasi alat alat yang bisa kami dapatkan. Akhirnya kami putuskan mengambil perangkat panahan standard. Waktu itu riser dan limb optimo dengan kelengkapan vizor, arm guard, fingertab, dll. Pokoknya sudah macam atlit dunia maya.

Sesuai dengan stereotype pemula yang ingin langsung ‘mulia’ kami ambil limb dengan poundage 32#. Dengan asumsi lebih jauh, lebih power, dan lebih hebat. Oh Iya… Arrow langsung beli Easton Tribute 1616, made in usa (didn't last long… akibat deformasi… ketika pemakaian... wkwkkw).

Dengan pembelian alat-alat itu maka dimulailah archery di kehidupanku. Pelajaran pertama adalah memasang string, yang membuat cukup membuat baper. Bayangan-bayangan kemuliaan dalam memanah sirna sekejap. Ternyata susah broow… yg kejebret lah... jadi kejepit string lah… narik kagak sampe-sampe lah dll… Semua itu gw rasakan paiit… wkwkkw… O iya... Waktu ditawari stringer, gw nolak… karena merasa ‘mudah’ (soalnya pas ngeliat si Heri masang kok gampang pisan... wkwkwk).

Lalu fase-fase lanjutan dimulai, berbekal kepedean akan dunia senapan, kami memulai tembakan di lapangan Bola AURI tempat pak Zainal dengan jarak tembak awal dekat saja, 30 M (…wkkkkk…). O iya.. Pada saat pemanahan perdana ini kami mengundang observer dari dunia VAPE bapak Satrio Wibowo. Ternyata jauh panggang dari api. Dari jarak 30m sedikit demi sedikit kami turunkan sampe hanya 5 m saja, Itupun grupingnya setampah cuy... wkwkwkkwk… Suddenly fase kepahitan kedua dimulai (pdhl masang string aja blon lancar-lancar amat). Ternyata tak segampang di pilem pilem robinhuud.

Ada banyak kisah-kisah lucu yang terjadi namun kalau saya tulis akan jadi kitab-kitab berjilid. Intinya fase awal ini kami sikapi dengan penuh fun dan gelak tawa, menertawakan ‘kemuliaan’ masing – masing. O iya... Tentang pak Satrio Wibowo ini tadinya dia memang tidak begitu berminat. Namun ada kawan ahli panah spesialis miss juga namanya mbah J. Menantang pak Satrio memanah jarak 5 m. dan smua tembakan miss dengan bumbu tertawaan hina, akhirnya beliau memutuskan untuk membeli juga perangkat panahan. Jadi beliau ini awalnya bukan krena minat tapi masalah harga diri dan emosi krena nama yang jatuh dikalangan pemanah jarak dekat  (macam emosi samurai kelana…).

Memang ketika kita memulai hobby ini dengan banyak teman, efek racun berantai gak akan berhenti. Mau bosan ada aja yang ngajak. Saya rasa ini yang membuat dunia panahan tak selesai selesai di kehidupan saya, walaupun levelannya adalah level sekedar lucu lucuan saja. Terhitung ada beberapa yg terjeblos juga, seperti mbah J (walaupun akhirnya dikalahkan sama Satrio Wibowo dan ngambek sampe sekarang), Mbah Ros (lgs borong recurve, compound, tradisional. Semua bermerek HOYT. FYI... Beliau ini tempat kami merasakan bow bow mahal…wkwkkwkw), dan beberapa lagi sebagai bintang tamu sebentar numpang lewat yang cukup banyak.

Sifat sifat stereotype tukang belanja sangat mewarnai kehidupan panahan kami, ada recurve beliii... ada kompon beliiii… ada trad recurve beli... Namun makenya ga ada yg bener alias cuman macam gaya gaya aja wkkkk… Tapi mungkin hampir majority penyuka hobby panahan amatir diawali dengan sikap sikap ‘alay’ seperti ini ye.. (...sampe skrg masih sebenernye... wkwkwk).

Jadi saya memulai hobby ini memang untuk fun dan mendapatkan new experience bersama teman teman. Melihat di web-web luar negeri, sepertinya memang olahraga panahan ini juga menjadi salah satu rekreasi komunitas dan keluarga,  yang terlepas dari barrier-barier birokrasi dll. Nomor nomor seperti Field, barebow, 3d yang membuat saya menarik terhadap panahan, mengingat awal hobby saya memang model outdoor seperti ini walau menggunakan alat yag berbeda. Ada kisaran satu tahunan saya menggeluti panahan ini dalam posisi pasang surut, kadang main, kdang nggak, dan situasi mulai stagnan karena itu itu saja. (mau ikut PERPANI, sepertinya itu bukan usia saya lagi…wkwkwk..dan saya bukan atlit mencari prestasi, mendali dll), dan fase ini fase yang paling tak jelas karena cuman latihan-latihan sekenanya aja tanpa ada acuan.

Kemudian pak Satrio Wibowo yang bergabung denga  Klub BEAT dibawah pimpinan coah Bahruddin memberikan cahaya racun baru. Beliau menginformasikan tentang INASP, dengan Indonesia Memanahnya dan program SKM. Wah boleh juga ni ada sertifikat-sertifikat, pemikiran saya. Supaya gaya dikit, bisa baper-baperin gerombolan, wkkk. Pokoknya niat ambil SKM waktu itu memang dasarnya hanya untuk gaya-gayaan aja .

Singkat cerita kami berdua ikut , saya diikutkan atas nama BEAT, bermodal nekat mengambil SKM dengan jarak 10 m. Tanpa disangka lulus cuy, wkwkwkwkw, pdhl gw waktu itu pure barebow tanpa dibidik alias pake feeling aja… Skornya lupa, kayaknya si minimalis… tapi yg pnting lulus…jiakkakkaka. O iya yang ikut pada waktu itu adalah Satrio Wibowo, Zainal Syarifuddin dan gw. Semua lulus ….kalau gak lulus, bisa pulang dengan kehinaan….wkwkwk. Tak lupa ketika proses live report ke grup WA, dengan bumbu bumbu heroism tentunya.

SKM merupakan milestone dari dunia panahan yang kami jalani. Ya… ini pertama kalinya kami mendapat sertifikat dan medali. Iklim/atsmosfir kompetisi yang pada awalnya kami sangka hanya monopoli kaum atlit dapat kami rasakan. Ada rasa yang berbeda yang tidak kami dapatkan pada latihan- latihan rutin asal-asalan yang sdh kami lakukan. Ada aspek target tujuan namun aspek fun yang juga tak hilang, walaupun deg degan, tapi bisa tetap tertawa tanpa beban. Apalagi dengan motto coach defrizal, yang mengarahkan bahwa kita (para peserta) ini adalah smua juara, sangat memotivasi sekali. Rasa happy ketika dapat mendali plastic warna hitam dengan tulisan angka 1,  beserta sertifikat print-print an di tempat sangat menggembirakan dan mengharu biru. wkkk (mgkin ini juga yg dirasakan para juara beneran ye)..asli… Membuat kami semakin KETAGIHAN…

Seketika tanpa diduga  pada acara SKM tersebut, diumumkan bahwa DSR akan mengadakan acara barebow romadlon competition, (2016) dengan mendali untuk 10 besar dan sertifikat. Jreeeeng…kala semangat lagi tinggi euphoria, yang ada dalam pikiran mendali kedua menunggu , sontak akal sehat lenyap wkwkwk. Tanpa pikir panjang kami nekat dan bertekad untuk mendaftar. Sekali lagi beneran nekat, krena pada saat itu tembakan kami cuman minimalis di 10 m, sedangkan kompetisi barebow mempertandingkan jarak 18 m… asiiik…. wkkkk...

Lewat BEAT, akhirnya saya dan Satrio Wibowo mendaftar dengan pengikut seorang horsebow archer kang Saepul Rohman. Dengan kenekatan yang tak terpikirkan… karena yang ikut itu sebenarnya harus sudah lulus TFT dulu… wkwkwkwk… ntah knapa kami bisa lolos….mgkin ini yg dinamakan qadarullah. Saya ketika itu melakukan hal blunder lagi, peralatan menggunakan marthin panther 50 lbs... wkwkwkwkwk… Terbayang waktu SKM 1 aja 32 lbs ngap ngapan (nilai maupun tenaga) ini pake 50 lbs pula jarak 18 m…. ajiiiib.

Namun yg terjadi di lapangan memang menggembirakan, skoring ternyata masuk urutan 7. Masuk babak aduan cuy….wkkwk…namun memang akhirnya harus terganjal di babak aduan pada 8 besar. Satrio masuk sampai final dia mendapat hadiah sang juara. Akhirnya kami mendapatkan mendali ke dua kami... horeeee...

Lanjut kami akhirnya terjebak ke dunia kompetisi, setiap ada nomor barebow selama itu di lokasi Jabodetabek bahkan Bandung kami usahakan ikut. Dan setiap kami berdua ikut, biasanya salah satu atau keduanya membawa pulang mendali... wkwkwkwkkwwk...

Itulah sekelumit kisah kami yang sedikit membuat inspirasi, yang mau tidak mau harus diakui ada faktor INASP disana.



Eka Dystiant a.k.a Mikel Stephenson Kuching



NB:
- Daftar isi blog ini bisa diliat di Site Map.

- Dengan berbelanja di toko papatembak, Anda telah berkontribusi terhadap keberlangsungan blog ini. Kalo dagangan saya laku, saya jadi punya banyak waktu buat nulis. Haha...

Kamis, Maret 16, 2017

The Snapshot (oleh Taufiek JD Rahardjo)

Penulis kontributor: Taufiek JD Rahardjo

Saat kita masih kanak-kanak atau bahkan tidak sedikit yang sampai remaja masih senang bermain ketapel, termasuk saya. Keluar masuk kampung atau sekedar di kebon dekat rumah cari burung berbekal ketapel buatan sendiri dengan karet merah bekas ban sepeda. Dalam bermain ketapel, kita tidak perlu visir (alat bantu bidik), tidak juga menimbang bobot batu sebagai peluru, menembaknya secara langsung dengan waktu singkat, tarik....sreettt..jebret..!!!! dan. .plok..!! sasaran pun tumbang. Tehnik ini disebut "SNAPSHOT". (sering juga disebut instinctive archery, red) 

Dalam tehnik ini tidak diperlukan visir dan kitapun tidak pernah membidik, yang kita lakukan hanyalah "fokus" pada sasaran, biarkan otak yang memperkirakan lintasan batu trayektori peluru ketapel sampai ke sasaran.

Hal lain yg juga sering kita lakukan adalah melempar ayam tetangga yg makan padi yg sedang dijemur nenek. ambil batu ayunkan tangan.dan...siut..!!.keok..!!!, ayam tetangga pun kena lemparan tanpa perlu membidik.

Dalam dunia panahan, tehnik "SNAPSHOT" ini juga banyak dipakai, terutama oleh para penggemar horsebow. atau para bow hunter yang menggunakan busur recurve. Tehnik SNAPSHOT dalam memanah juga tidak berbeda dengan bermain ketapel, tarik dengan cepat dan langsung dilepas..jebret..!!.

Hal pokok yang harus diperhatikan adalah kita harus dapat melihat dengan sasaran yang dituju dengan kedua mata, atau stereoskop. dengan demikian otak dapat mengkalkulasi dan memperkirakan jarak sasaran. Agar padangan tidak terhalang, maka posisi busur harus agak miring atau bahkan ada yang sampai 45 derajat. dan posisikan anak panah tepat di bawah mata kanan (dan sebaliknya untuk pemanah kidal). Prinsip dasar bahwa "anchor harus tetap" pun berlaku pada tehnik memanah snapshot.

Memiringkan busur supaya pandangan tidak terhalang

Saya senang menggunakan sudut bibir sebagai patokan. Fokus pada sasaran, tarik busur sambil tetap fokus pada sasaran, saat menyentuh sudut bibir, langsung...jepret..!!, panah dilepas...jangan lupa "follow through". Anda akan kaget sendiri, begitu hebatnya otak manusia hanya dengan memandang fokus ke sasaran, otak sudah mengkalkulasi jarak dan sudut elevasi yang dibutuhkan. Ketajaman ini memang dipengaruhi bakat, tetapi pada dasarnya, semakin diasah, semakain tajam prediksi dari otak.

Orang yang sangat terkenal dengan tehnik SNAPSHOT adalah Fred Bear (Maret 5, 1902 – April 27, 1988). Dia adalah legenda Bow hunter Amerika pendiri pabrik panah merk BEAR, dan sering muncul di acara TV Amrik sebagai host. Beliau sudah berburu segala macam satwa, dari Harimau Benggala, Gajah Afrika sampai Beruang Kutub. dengan menggunakan panah buatan sendiri dengan tehnik "SNAPSHOT". Dalam sebuah wawancara di tv, tentang bagaimana tehnik "SNAPSHOT", Beliau menjawab : "saya tidak tahu, pokonya panah saja.".

Saya juga sangat kagum dengan beliau, sehingga saat masih di SMA di tahun 1974, saya memaksakan untuk dapat menyisihkan uang jajan yang pas-pasan supaya bisa beli buku karya Fred Bear : "THE ARCHER'S BIBLE". Sayang buku itu sudah tidak tahu menyelip dimana.
Selamat bermain panah dengan tehnik "SNAPSHOT"



Salam,
Taufiek JD Rahardjo



NB:
- Daftar isi blog ini bisa diliat di Site Map.
- Dengan berbelanja di toko papatembak, Anda telah berkontribusi terhadap keberlangsungan blog ini. Kalo dagangan saya laku, saya jadi punya banyak waktu buat nulis. Haha...

Membedakan Hoyt Compound Bow Asli atau Palsu (oleh Taufiek JD Rahardjo)

HOYT Ignite Compound Bow

Penulis kontributor: Taufiek JD Rahardjo

Di dunia panahan, Busur compound merk HOYT sudah tidak asing, dan begitu melegenda dan bergengsi.

Dahulu untuk memilikinya susah karena disamping harganya yang premium, tokonya pun tidak ada di Indonesia. tetapi sekarang di jaman serba elektronik dengan mudah kita bertransaksi dan barang pun langsung sampai di depan pintu.

Karena begitu mudahnya bertransaksi secara elektronik, maka tidak jarang terjadi penipuan, baik tokonya yang abal-abal atau yang paling sering barangnya yang abal-abal dengan menempelkan merk HOYT dan tulisan USA pada barang KW lalu mengklaim itu original HOYT dan dijual dengan harga mahal,

Di kalangan para atlet Indonesia dengan melihat sepintas saja mungkin sudah tahu bahwa itu HOYT, tapi bagaimana untuk orang umum yang belajar panahan secara otodidak, membuka internet, melihat foto-foto atau hanya tanya sana-sini bisa mengetahui busur yang dibelinya benar-benar HOYT.
Untuk mengetahuinya tidaklah sulit, karena HOYT memiliki nomor seri atau "serial number" yang bisa dilihat pada salah satu dari 5 tempat sebagai berikut :

1. Di bawah dudukan arrow rest, tepat di atas grip, kalau kita
pegang busur dengan tangan kiri posisinya di atas ibujari.


2. Di balik cable rod (digeser sedikit cable rod).


3. Di antara lubang baud untuk visir.


4. Di dalam grip (buka dulu gripnya).


5. Di Limb pocket (dudukan limb).


Nah...sekarang silahkan periksa HOYT masing-masing.


Salam,
Taufiek JD Rahardjo



NB:
- Daftar isi blog ini bisa diliat di Site Map.
- Dengan berbelanja di toko papatembak, Anda telah berkontribusi terhadap keberlangsungan blog ini. Kalo dagangan saya laku, saya jadi punya banyak waktu buat nulis. Haha...

Bowhunting (oleh Achmad Chobirin)


Apa itu bow hunting? Pertama saya jelaskan apa itu berburu, nenek moyang kita adalah pelaut itu pelajaran kita di sekolah dasar dulu.... apa iya si? Saya ragu malah menurutku pribadi (asumsi pribadi tanpa dasar) nenek moyang kita adalah seorang pemburu, kedua seorang petani dan bukan pedagang karena belum ada perdagangan dimasa lalu pastinya masih pakai sistem barter. Berburu dimasalalu untuk cari makan dan bertahan hidup tapi sekarang berburu memiliki definisi yang berbeda menjadi sebuah olahraga dan juga hoby. Hoby yang unik menurut saya gabungan antara olahraga fisik, psikologis (melatih kesabaran, kedewasaan dan juga pedoman beragama karena menyangkut halal dan haram bagi yang muslim termasuk syarat dan rukun yang sama dengan penyembilihan hewan dari si pemburu juga alat yang digunakan) diakhiri dengan sebuah kuliner atau memasak, berburu menggunakan alat panahan seperti leluhur kita dulu dinamakan Bow Hunting. Tentang syarat pemburu, busur yang digunakan berapa minimum lbs yang diperlukan dan juga type point yang digunakan dalam bow hunting akan ditulis kemudian hari kalau yang nulis sempat.

Kemampuan berburu ini boleh diabaikan kalau anda seorang pecinta satwa dan hidup di peradaban kota yang damai, aman tidak ada kisruh politik didalamnya yang penduduknya rajin berdoa dan doanya mustajab. Tiap hari berdoa Ya Allah mudah-mudahan tidak terjadi perang dikemudian hari sampai hari kiamat. Hehehehe .... semua bisa saja terjadi dikemudian hari yang mungkin memaksa saya bukan anda untuk bertahan hidup mungkin harus lari kehutan untuk mempertahankan nyawa atau keyakinan.

Berburu sebuah hoby yang sangat unik tapi sering kontroversial dimasyarakat dianggap sesuatu yang negatif. Kenapa ada yang tau? Sedangkan tidak ada larangnya dalam Alquran mapun Hadist bahkan dalam kitab-kitab terdahulu kecuali kita dalam keadaan ihram. Bahkan dalam kitab hadist Bukhari muslim ada bab tersendiri mengenai berburu baik yang menggunakan panah, tombak dan juga anjing yang terlatih. Saya males membahas kontranya kalau sudah mengerucut ke sisi negatif bisa terjadi perang nanti antara pecinta binatang dan pemburu. “DAN DIHIASILAH KEHIDUPAN MANUSIA DENGAN KECINTAAN TERHADAP WANITA (SYAHWAT) ANAK LAKI-LAKI, KENDARAAN YANG BAGUS, HEWAN PELIHARAAN DAN LAIN SEBAGAINYA. Disinilah letak awal titik kontranya kecintaan terhadap hewan peliharaan (ini menurut saya) bahkan para ulama saja bisa berbeda pendapat mengenai hukumnya (berbeda pendapat menurut madzhab Malikiyah, syafiiyah dan lain-lain bahkan menurut ulama moderen juga berbeda lagi). Disisi lain kadang manusia yang mengaku dirinya seorang pemburu juga tidak tau syarat dan tata krama dalam berburu dan tidak memiliki rasa takut kepada sang pemilik nyawa padahal semua yang dibunuhnya akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. “Barangsiapa yang membunuh burung pipit tanpa hak, maka Allah azza wajalla akan menanyakan mengenainya pada hari kiamat. Dikatakan kepada Rasulullah: wahai Rosulullah apa haknya? Beliau bersabda Menyembelihnya dan memakannya serta memotong kepalanya kemudian membuangnya.” HR. Nasai No.4369. dari sudut pandang diatas itulah kadang terjadi pandangan negatif terhadap pemburu padahal para pecinta hewan mereka mendapat hewan kesayangannya juga dari para pedagang yang buntutnya juga dari para pemburu.

Saya kira sekilas gambaran kecil tentang Bow hunting menurut saya pribadi kalau tulisannya terlalu panjang sepertinya bisa mubadzir banyak orang seperti saya cara membacanya sistem scaning hal lain mengenai Hukum berburu syarat sebagai pemburu dan juga alat yang digunakan untuk berburu, hewan yang layak untuk diburu secara undang-undang dan mengenai berburu menggunakan panah mungkin akan saya tulis lain kali kalau sempat. Kalau ada kesalahan atau perbedaan pendapat saya minta maaf yang sebesar-besarnya.



Salam,
Achmad Chobirin
Mantan pemburu



NB:
- Daftar isi blog ini bisa diliat di Site Map.
- Dengan berbelanja di toko papatembak, Anda telah berkontribusi terhadap keberlangsungan blog ini. Kalo dagangan saya laku, saya jadi punya banyak waktu buat nulis. Haha...

Selasa, Februari 07, 2017

Pentingnya Kompetisi Untuk Anak-Anak (oleh Kusuma Ismail)

Juara ronde aduan SD prestasi putri Elang Borneo Open Agustus 2016.

Penulis kontributor: Kusuma Ismail 
Pemilik dan pelatih Sabili Archery Club, Balikpapan, Kaltim



Kompetisi menjadi momok yang menakutkan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Karena dengan kompetisilah kita akan menemukan banyak tantangan dan kekecewaan. Jika mental belum kuat bukan tidak mungkin akan mengalami depresi. Apalagi jika ada hal-hal buruk yang menimpa selama menjalani kompetisi.

Mungkin anda akan mengalami trauma berkompetisi. Hal ini tentu akan mendatangkan efek buruk jika dialami oleh anak-anak. Anak yang tadinya sangat suka memanah bisa mendadak tak ingin lagi memanah, Karena itulah penting untuk membawa anak anda mengikuti kompetisi sejak dini.

Mulailah dengan mengikuti kompetisi lokal. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan anak anda terhadap kehidupan sosial. Ajaklah dia berkawan dengan kompetitornya dan buatlah dia menjadi pribadi yang ramah dan berpikir positif. Setelah terbiasa mengikuti kompetisi berskala kecil bergeraklah ke skala besar.

Diskala yang lebih besar ini anak anda akan belajar tentang kompetisi yang sesungguhnya, tentang bagaimana dia bisa memanfaatkan kelebihannya untuk mengalahkan lawan-lawannya. Disini juga dia bisa belajar tentang sportifitas bahwa tidak selamanya sang juara akan juara, dan ada saatnya dia harus kalah.

Jika anak anda bisa melalui semua itu dengan baik, maka mental nya dipastikan sudah terasah. Dikemudian hari dia akan lebih siap menghadapi segala rintangan dengan perasaan semangat. Karena dia tahu suatu saat akan menjadi juara. Untuk mendukung proses mental anak anda dukungan orang tua sangat penting sekali, dan berikan kepada sikecil busur panahan supaya si kecil mengenal busurnya lebih dekat , dan orang tua menemani kesehariannya dalam berlatih.

Semoga dengan moment Borneo Open3 dengan Tajuk Archery for love dapat memberikan satu hal penting bagi si anak untuk dapat merasakan pengalaman berkompetisi. 

Mari kita bentuk anak kita menjadi seorang bermental kuat dan juara dan berakhlak mulia.

#borneoopen3
#archeryforlove
#anakkubisajuara

Salam
Coach Kusuma
Sabili Archery Balikpapan



NB:
- Daftar isi blog ini bisa diliat di Site Map.
- Dengan berbelanja di toko papatembak, Anda telah berkontribusi terhadap keberlangsungan blog ini. Kalo dagangan saya laku, saya jadi punya banyak waktu buat nulis. Haha...